Kesal Terus Dituduh Lakukan Bully, Jo Byung Gyu Frustasi
Kamis, 11 Maret 2021 - 04:29 WIB
"Bagaimana saya bisa membuktikan bahwa itu bukan saya? Bagaimana saya bisa mengingat dan membuktikan semua yang terjadi 11 tahun, bahkan sejak 16 tahun yang lalu? Betul sekali," lanjutnya.
"Saya bukan orang yang telah menjalani seluruh hidup tanpa menyakiti seseorang. Saya bukan orang yang bertingkah seperti orang suci bagi semua orang yang saya temui saat saya tumbuh dewasa. Saya ditindas karena saya kecil, saya korban penyerangan, jadi mulai sekarang saya juga jadi korban kan?" tulis Jo Byung Gyu.
Menurut Byung Gyu, sekolah adalah tempat di mana seseorang bisa menjadi orang dewasa yang baik dan anggota masyarakat melalui trial and error, diskusi, serta pembelajaran sebelum berkembang sepenuhnya. Ia juga memiliki pengalaman coba-coba dan pertengkaran saat masih jadi mahasiswa.
Meski demikian, Jo Byung Gyu tetap berada dalam batasan hukum, moral, dan etika. Ia tidak melakukan sesuatu yang melanggar hukum. Ia kemudian mempertanyakan mengapa harus meminta maaf sebagai seorang aktor sekarang, ketika tuduhan palsu dibuat ketika ia masih remaja, di mana impiannya bukanlah menjadi seorang aktor.
"Maafkan saya. Saya tidak dekat dengan semua orang di kelas saya atau di sekolah saya. Saya tidak berteman dengan semua orang. Saya dekat dengan sebagian kecil siswa dan teman-teman saya adalah orang yang sangat baik. Sepertinya hubungan antarpribadi saya yang terbatas dan ketidakpedulian saya terhadap dendam orang yang tak memiliki hubungan dengan saya adalah masalahnya," beber dia.
"Saya bukan orang yang telah menjalani seluruh hidup tanpa menyakiti seseorang. Saya bukan orang yang bertingkah seperti orang suci bagi semua orang yang saya temui saat saya tumbuh dewasa. Saya ditindas karena saya kecil, saya korban penyerangan, jadi mulai sekarang saya juga jadi korban kan?" tulis Jo Byung Gyu.
Menurut Byung Gyu, sekolah adalah tempat di mana seseorang bisa menjadi orang dewasa yang baik dan anggota masyarakat melalui trial and error, diskusi, serta pembelajaran sebelum berkembang sepenuhnya. Ia juga memiliki pengalaman coba-coba dan pertengkaran saat masih jadi mahasiswa.
Meski demikian, Jo Byung Gyu tetap berada dalam batasan hukum, moral, dan etika. Ia tidak melakukan sesuatu yang melanggar hukum. Ia kemudian mempertanyakan mengapa harus meminta maaf sebagai seorang aktor sekarang, ketika tuduhan palsu dibuat ketika ia masih remaja, di mana impiannya bukanlah menjadi seorang aktor.
"Maafkan saya. Saya tidak dekat dengan semua orang di kelas saya atau di sekolah saya. Saya tidak berteman dengan semua orang. Saya dekat dengan sebagian kecil siswa dan teman-teman saya adalah orang yang sangat baik. Sepertinya hubungan antarpribadi saya yang terbatas dan ketidakpedulian saya terhadap dendam orang yang tak memiliki hubungan dengan saya adalah masalahnya," beber dia.
Lihat Juga :