Studi Sebut Virus Corona Baru Lebih Resisten Terhadap Vaksin
Selasa, 16 Maret 2021 - 02:00 WIB
Baca Juga : Mutasi N439K Ditemukan di Indonesia, Waspada Virus ini Kebal Antibodi!
Ketika para ilmuwan menguji strain baru tersebut terhadap antibodi penetralisir yang diinduksi oleh vaksin, mereka menemukan tiga strain baru yang pertama kali dijelaskan di Afrika Selatan 20-40 kali lebih resisten terhadap netralisasi.
Dua strain yang pertama kali dijelaskan di Brasil dan Jepang lima hingga tujuh kali lebih resisten dibandingkan dengan garis keturunan virus SARS-CoV-2 asli dari Wuhan, China.
"Secara khusus kami menemukan bahwa mutasi di bagian tertentu dari protein lonjakan yang disebut domain pengikat reseptor lebih mungkin membantu virus melawan antibodi penawar," kata salah satu penulis penelitian seperti dilansir Times of India pada Senin (15/3/2021).
Namun, kemampuan varian ini untuk melawan antibodi penetral tidak berarti vaksin tidak akan efektif. Tubuh memiliki metode perlindungan kekebalan lain selain antibodi.
Ketika para ilmuwan menguji strain baru tersebut terhadap antibodi penetralisir yang diinduksi oleh vaksin, mereka menemukan tiga strain baru yang pertama kali dijelaskan di Afrika Selatan 20-40 kali lebih resisten terhadap netralisasi.
Dua strain yang pertama kali dijelaskan di Brasil dan Jepang lima hingga tujuh kali lebih resisten dibandingkan dengan garis keturunan virus SARS-CoV-2 asli dari Wuhan, China.
"Secara khusus kami menemukan bahwa mutasi di bagian tertentu dari protein lonjakan yang disebut domain pengikat reseptor lebih mungkin membantu virus melawan antibodi penawar," kata salah satu penulis penelitian seperti dilansir Times of India pada Senin (15/3/2021).
Namun, kemampuan varian ini untuk melawan antibodi penetral tidak berarti vaksin tidak akan efektif. Tubuh memiliki metode perlindungan kekebalan lain selain antibodi.
Lihat Juga :