Wanita dengan PCOS Lebih Mungkin Tertular COVID-19

Rabu, 17 Maret 2021 - 05:13 WIB
Sindrom ovarium polikistik atau PCOS adalah gangguan hormonal, metabolik, dan psikologis yang memengaruhi wanita di seluruh dunia. Satu dari lima wanita terkena PCOS dan alasan paling umum untuk itu adalah gaya hidup yang tidak banyak bergerak.

Meskipun gejalanya dapat bervariasi, tanda-tanda umum PCOS termasuk periode menstruasi yang tidak teratur atau tidak sama sekali, menstruasi yang berat, rambut berlebih di tubuh dan wajah, jerawat, rambut panggul, penambahan atau penurunan berat badan, rambut menipis, dan kesulitan terkait kehamilan.

Wanita dengan PCOS dikaitkan dengan risiko penyakit kardiometabolik yang lebih tinggi seperti diabetes tipe 2, penyakit hati berlemak non-alkohol, tekanan darah tinggi, dan hipertensi. Oleh karena itu, risiko terkait ini juga diperhitungkan oleh para peneliti untuk memastikan hubungan antara risiko metabolik pada wanita yang menderita PCOS dan infeksi COVID-19.

“Mengingat tingginya prevalensi PCOS, temuan ini perlu dipertimbangkan saat merancang kebijakan dan saran kesehatan masyarakat seiring dengan berkembangnya pemahaman kita tentang COVID-19,” kata penulis penelitian, Anuradhaa Subramanian, seperti dikutip dari Health Shots, Selasa (16/3).

Penulis senior bersama Dr Krish Nirantharakumar dari Institut Penelitian Kesehatan Terapan Universitas Birmingham menjelaskan bahwa strategi pencegahan COVID-19 untuk wanita pengidap PCOS juga harus mempertimbangkan secara cermat kebutuhan untuk melindungi kesehatan mental.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!