Malas Sikat Gigi Dapat Berimbas pada Masalah Kesehatan yang Lebih Serius

Minggu, 21 Maret 2021 - 21:11 WIB
"Fakta ini belum dipahami oleh sebagian besar masyarakat karena menurut hasil RISKESDAS 2018, perilaku mendasar seperti menyikat gigi di waktu yang tepat terbilang masih rendah. Edukasi yang memadai masih sangat dibutuhkan," katanya dalam konferensi pers virtual belum lama ini.

Menyikapi hal itu, PT Unilever Indonesia melalui brand Pepsodent selaku official partner FDI World Dental Federation bekerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia setiap tahun untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut sehingga mereka dapat menikmati hidup yang lebih sehat.”

“Berangkat dari survei global yang kami lakukan, tahun ini kami ingin kembali membangkitkan kesadaran keluarga Indonesia tentang pentingnya menyikat gigi dua kali sehari, pagi sesudah makan dan malam sebelum tidur," ujar drg. Ratu Mirah Afifah, Head of Sustainable Living Beauty & Personal Care and Home Care Unilever Indonesia Foundation.

"Ketika kebiasaan ini terabaikan, survei memperlihatkan bahwa responden Indonesia mengalami sejumlah keluhan seperti nyeri pada gigi, gusi atau mulut (31%) dan kemunculan karies baru (25%). Kondisi ini semakin diperburuk karena banyak yang masih enggan memeriksakan diri dengan tingginya risiko penularan virus corona. Sebanyak 59% orang mengaku menghindari pergi ke dokter gigi meski giginya bermasalah,” lanjut drg. Mirah.

Sebagai langkah awal, kebiasaan merawat kesehatan gigi dan mulut bisa dimulai dari rumah. Hal ini dipertegas oleh survei global Pepsodent yang mengungkap bahwa rutinitas anak menyikat gigi sangat dipengaruhi oleh orangtua sebagai role model mereka sehari-hari. Survei memperlihatkan bahwa anak berpotensi 7 kali melewatkan waktu menyikat gigi ketika orangtua mereka melewatkannya. Sedangkan di Indonesia, angkanya lebih tinggi dua kali lipat. Akibatnya, secara global kebiasaan anak menyikat gigi dua kali sehari menurun hingga 11% jika dibandingkan survei 2018.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!