Waspada! Banyak Orang Terkena Serangan Jantung pada Hari Senin
Senin, 22 Maret 2021 - 16:20 WIB
Peneliti dari dua universitas teratas Swedia yaitu Universitas Uppsala dan Umea menganalisis data yang dikumpulkan dari rumah sakit Swedia tentang infark miokard (serangan jantung) yang terdaftar di registri kualitas nasional SWEDEHEART dari 2006 hingga 2013.
Temuan studi yang dipublikasikan di American Heart Journal mengungkapkan bahwa kemungkinan mengalami serangan jantung meningkat ketika seseorang sangat stres dan jika melihat kalender suatu hari dianggap lebih stres daripada yang lain.
Data dengan jelas menunjukkan bahwa tingkat infark miokard (MI) lebih tinggi selama liburan musim dingin dan pada hari Senin. Sementara kemungkinan yang sama minimal pada akhir pekan dan selama liburan musim panas di bulan Juli.
Stres yang berkepanjangan meningkatkan aktivitas di area otak yang terkait dengan pemrosesan emosi, yang mengarah pada kemungkinan peningkatan penyakit jantung dan peredaran darah. Ketika datang ke akhir pekan kita lebih santai dan rileks. Tekanan darah kita terkendali dan detak jantung kita normal.
Baca Juga : Pentingnya Memantau dan Memerika Kehamilan sejak Dini
Selain itu, stres hanyalah salah satu faktor yang bertanggung jawab atas variasi tingkat MI. Faktor lain, seperti suhu juga mengubah detak jantung. Tuntutan psikososial pada perilaku mempengaruhi sistem biologis basal dan perubahan ini terjadi sedemikian rupa sehingga berpotensi menyebabkan serangan jantung.
Temuan studi yang dipublikasikan di American Heart Journal mengungkapkan bahwa kemungkinan mengalami serangan jantung meningkat ketika seseorang sangat stres dan jika melihat kalender suatu hari dianggap lebih stres daripada yang lain.
Data dengan jelas menunjukkan bahwa tingkat infark miokard (MI) lebih tinggi selama liburan musim dingin dan pada hari Senin. Sementara kemungkinan yang sama minimal pada akhir pekan dan selama liburan musim panas di bulan Juli.
Stres yang berkepanjangan meningkatkan aktivitas di area otak yang terkait dengan pemrosesan emosi, yang mengarah pada kemungkinan peningkatan penyakit jantung dan peredaran darah. Ketika datang ke akhir pekan kita lebih santai dan rileks. Tekanan darah kita terkendali dan detak jantung kita normal.
Baca Juga : Pentingnya Memantau dan Memerika Kehamilan sejak Dini
Selain itu, stres hanyalah salah satu faktor yang bertanggung jawab atas variasi tingkat MI. Faktor lain, seperti suhu juga mengubah detak jantung. Tuntutan psikososial pada perilaku mempengaruhi sistem biologis basal dan perubahan ini terjadi sedemikian rupa sehingga berpotensi menyebabkan serangan jantung.
Lihat Juga :