Kembangkan Brand Fashion Muslimah, Pasangan Ini Raih Omzet Menggiurkan
Jum'at, 26 Maret 2021 - 02:03 WIB
Chika dan Arwin Burhan mengawali peruntungannya dengan berjualan hijab di sebuah toko sepetak berukuran 2x2 meter di Thamrin City, Jakarta. / Foto: ist
JAKARTA - Bugis Hijab dikenal sebagai brand muslimah yang menyediakan puluhan jenis hijab dengan ratusan varian. Menurut sang founder Riska atau yang akrab disapa Chika Ariska, Bugis Hijab merupakan brand pakaian Muslim yang memiliki semangat pemberdayaan perempuan Tanah Air.
Baca juga: Soal Roasting Artis, Kiky Saputri Bakal Temui Sule dan Natalie Holscher
Wanita asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan itu berkisah jika dia memulai bisnis hijab pada 2017, sesaat setelah dipecat dari toko tempatnya bekerja. "Saat itu saya pulang ke Belawa, Wajo untuk menikah. Setelah menikah saya dipanggil oleh bos dan tiba-tiba saja dipecat tanpa alasan yang jelas," ceritanya melalui keterangan tertulisnya, Kamis (25/3).
Kembali ke 2008, Chika yang saat itu masih sangat belia nekat merantau ke Jakarta karena ingin mengubah nasib, termasuk membantu perekonomian keluarga di kampung halaman. Chika dan keenam saudaranya terbiasa hanya makan nasi dengan garam karena tak memiliki apa-apa termasuk tanggung jawab ayah sebagai kepala keluarga.
Dia juga bercerita bagaimana dirinya datang ke Jakarta hanya mengantongi uang saku sebesar Rp500 serta janji akan mendapat pekerjaan di sebuah toko di kawasan Tanah Abang. Saat itu, sang bunda sempat menentang keputusannya merantau lantaran hanya berbekal ijazah setara SMP.
Baca juga: Soal Roasting Artis, Kiky Saputri Bakal Temui Sule dan Natalie Holscher
Wanita asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan itu berkisah jika dia memulai bisnis hijab pada 2017, sesaat setelah dipecat dari toko tempatnya bekerja. "Saat itu saya pulang ke Belawa, Wajo untuk menikah. Setelah menikah saya dipanggil oleh bos dan tiba-tiba saja dipecat tanpa alasan yang jelas," ceritanya melalui keterangan tertulisnya, Kamis (25/3).
Kembali ke 2008, Chika yang saat itu masih sangat belia nekat merantau ke Jakarta karena ingin mengubah nasib, termasuk membantu perekonomian keluarga di kampung halaman. Chika dan keenam saudaranya terbiasa hanya makan nasi dengan garam karena tak memiliki apa-apa termasuk tanggung jawab ayah sebagai kepala keluarga.
Dia juga bercerita bagaimana dirinya datang ke Jakarta hanya mengantongi uang saku sebesar Rp500 serta janji akan mendapat pekerjaan di sebuah toko di kawasan Tanah Abang. Saat itu, sang bunda sempat menentang keputusannya merantau lantaran hanya berbekal ijazah setara SMP.
Lihat Juga :