Dari Perbudakan hingga Jaring Pembunuh, Ini Fakta Mengerikan Industri Perikanan dalam Film 'Seaspiracy'

Jum'at, 02 April 2021 - 19:30 WIB
Apabila tak menurut, mereka tak segan-segan untuk membunuh para pekerja itu. Bahkan, mereka mengaku sering melihat mayat di tempat pendingin hasil dari pembunuhan. Kita sering tidak sadar bahwa makanan laut yang kita makan, ternyata adalah hasil dari perbudakan.

Upah yang didapatkan pun tidak sepadan dengan jam kerja yang mereka lakukan. Saat ingin kabur, mereka pun selalu dibayang-bayangi oleh ancaman kematian karena penjaga yang memegang senapan.

Para kapten biasanya menjerat para pekerja itu dengan berbuat baik saat di darat. Mereka akan bersikap seperti teman. Namun, saat kapal berlayar, kapten tersebut berubah perangai menjadi bengis dan kejam.

5. TRADISI BERBURU PAUS KEPULAUAN FAROE YANG KEJAM



Kepulauan Faroe dikenal sebagai wilayah yang masih melakukan perburuan paus setiap tahunnya. Para warganya akan menggiring laut-laut tersebut hingga mereka terhimpit, kemudian membunuhnya hidup-hidup.

Perburuan paus tersebut merupakan sebuah budaya yang bernama Grindadrap. Mereka melakukannya tidak untuk dijual, melainkan untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Dikutip dari CNN , pemerintah Faroe menggambarkan perburuan paus sebagai "bagian alami dari kehidupan Faroe" dan menolak tuduhan bahwa pembunuhan itu bagian dari aksi ritual atau kesembronoan.

Meskipun begitu, data dari American Cetacean Society berkata bahwa paus pilot bukan termasuk hewan yang dianggap terancam punah, tapi perburuan masif yang terus berlangsung menyebabkan penurunan populasi cukup signifikan di sekitar Kepulauan Faroe.

Baca Juga: 8 Film Seru Bertema 'Lockdown', dari Horor Thriller hingga Komedi Satire

Film dokumenter “Seaspiracy” sangat direkomendasikan untuk kamu yang ingin mengetahui lebih dalam tentang realita industri perikanan bekerja.

Peringatan keras dari film dokumenter ini adalah adanya adegan darah hewan, pembunuhan hewan secara kejam, dan penembakan.

Alifia Putri Yudanti

Kontributor GenSINDO

Universitas Indonesia

Twitter: @shcsei
(ita)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!