Pertempuran Legendaris 2 Yonko Pecah di Chapter 1010 One Piece
Sabtu, 10 April 2021 - 01:47 WIB
Kid dan Killer kemudian lari ke arah Big Mom. Mereka bermaksud membawa pertempuran ke sana. Di lokasi Big Mom, anak-anak buahnya mendapatkan pujian dari sang Yonko setelah mengeluhkan betapa tidak bergunanya Zeus. Dalam perjalanan menuju lokasi Big Mom, Kid melihat ada sesuatu yang aneh terjadi di awan.
Di atap Kubah Tengkorak, Kaido mengejek Luffy yang pingsan. Dia menyebut seperti apa pertarungan terakhir mereka. Luffy terlihat menatapnya meski setelah sadar dari pingsan. Kaido mengira-ira bagian tubuh mana Luffy yang dia remukkan terlebih dahulu. Zoro melihatnya. Dia kemudian berkata kepada Kaido kalau dia ingin meremukkan Kapten Topi Jerami itu, maka dia harus menghancurkan Zoro dulu.
Kepada Law, Zoro mengatakan, serangan berikutnya akan menjadi serangan terakhirnya. Jika itu tidak berhasil, maka semuanya akan diserahkan kepada Law. Setelah itu, Zoro menghunus pedangnya dan mengeluarkan seragngan Kiki Kyuutouryuu: Ashura (Gaya Sembilan Pedang Mengerikan: Asura) Bakkei Mouja no Tawamure (Menghunus Pedang, Bermain dengan yang Mati). Serangan itu mengenai Kaido dan darah mulai mengucur dari tubuhnya.
Baca Juga: 9 Teori dari Penggemar One Piece yang Sepertinya Benar
Kaido yang bingung bertanya kepada Zoro apakah dia punya warna raja tertinggi juga. Namun, Zoro tidak tahu apa yang sedang dibicarakan Kaido. Zoro roboh ke tanah. Dia sepertinya menyesal karena meski sudah memberikan semuanya pada serangan itu, dia masih belum bisa melumpuhkan Yonko itu. Namun, Kaido sepertinya tahu usahanya dan memastikan kalau dia telah melakukan lebih dari cukup dan serangan itu akan meninggalkan bekas luka di tubuhnya.
Law menyerang Kaido ketika Yonko itu hendak menghabisi Zoro. Namun, Ramel Hakke-nya terlalu kuat hingga mengempaskan Law. Kaido mengatakan, kalau saja Supernova itu datang kepadanya, mereka bisa menguasai dunia bersama. Namun, Luffy tidak sepakat. Dia mengatakan kepada Kaido kalau mereka semua mencintai samurai dan tidak akan pernah mau pergi bersama Yonko itu.
Di atap Kubah Tengkorak, Kaido mengejek Luffy yang pingsan. Dia menyebut seperti apa pertarungan terakhir mereka. Luffy terlihat menatapnya meski setelah sadar dari pingsan. Kaido mengira-ira bagian tubuh mana Luffy yang dia remukkan terlebih dahulu. Zoro melihatnya. Dia kemudian berkata kepada Kaido kalau dia ingin meremukkan Kapten Topi Jerami itu, maka dia harus menghancurkan Zoro dulu.
Kepada Law, Zoro mengatakan, serangan berikutnya akan menjadi serangan terakhirnya. Jika itu tidak berhasil, maka semuanya akan diserahkan kepada Law. Setelah itu, Zoro menghunus pedangnya dan mengeluarkan seragngan Kiki Kyuutouryuu: Ashura (Gaya Sembilan Pedang Mengerikan: Asura) Bakkei Mouja no Tawamure (Menghunus Pedang, Bermain dengan yang Mati). Serangan itu mengenai Kaido dan darah mulai mengucur dari tubuhnya.
Baca Juga: 9 Teori dari Penggemar One Piece yang Sepertinya Benar
Kaido yang bingung bertanya kepada Zoro apakah dia punya warna raja tertinggi juga. Namun, Zoro tidak tahu apa yang sedang dibicarakan Kaido. Zoro roboh ke tanah. Dia sepertinya menyesal karena meski sudah memberikan semuanya pada serangan itu, dia masih belum bisa melumpuhkan Yonko itu. Namun, Kaido sepertinya tahu usahanya dan memastikan kalau dia telah melakukan lebih dari cukup dan serangan itu akan meninggalkan bekas luka di tubuhnya.
Law menyerang Kaido ketika Yonko itu hendak menghabisi Zoro. Namun, Ramel Hakke-nya terlalu kuat hingga mengempaskan Law. Kaido mengatakan, kalau saja Supernova itu datang kepadanya, mereka bisa menguasai dunia bersama. Namun, Luffy tidak sepakat. Dia mengatakan kepada Kaido kalau mereka semua mencintai samurai dan tidak akan pernah mau pergi bersama Yonko itu.
Lihat Juga :