Pembelajaran Tatap Muka Segera Berlangsung, Ahli Ingatkan Vaksin Harus Terus Jalan!
Minggu, 11 April 2021 - 17:35 WIB
Pembelajaran tatap muka di saat pandemi harus dengan prokes yang ketat. Foto/Unicef
JAKARTA - Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di 85 sekolah tingkat SD-SMA/SMK sudah dilakukan di Jakarta Rabu (7/4). Mereka melakukan PTM selama 3-4 jam yang berlangsung hingga 29 April 2021.
Ini merupakan tindak lanjut dari keluarnya Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri. SKB yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri itu mengatur soal pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Menanggapi hal tersebut, pengamat vaksinasi dari Universitas Indonesia, Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan pemerintah sudah memandang perlu pembelajaran tatap muka, namun harus dilakukan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, seperti menjaga jarak, menggunakan masker, dan dilengkapi fasilitas cuci tangan dengan air mengalir.
Selain itu, keluarnya SKB itu bukan berarti pada tahun ajaran nanti akan dibuka PTM juga disesuaikan kondisinya nanti. “Kan masih beberapa bulan, kalau nanti pas PTM berjalan dan kasus COVID-19 naik bisa berubah lagi,” kata mantan Direktur Jendral Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan itu, Jumat (9/4).
Baca Juga : Hidup Hampir 100 Tahun, Ini Rahasia Umur Panjang Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II
Ia meminta masyarakat jangan terlalu gembira dulu melihat laju perkembangan kasus COVID-19 belakangan ini. Sebab, sewaktu menjadi Direktur Organisasi Kesehatan Dunia Wilayah Asia Tenggara (WHO-SEARO), ia pernah merasakan perkembangan kasus COVID-19 di India dimana ia berkantor di New Delhi, India yang berubah-rubah secara drastis. “India pernah mengalami kasus harian bertambah hanya 10.000 kasus. Namun beberapa hari kemudian naik 100.000 kasus. Jadi, susah diprediksi,” imbuhnya.
Ini merupakan tindak lanjut dari keluarnya Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri. SKB yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri itu mengatur soal pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Menanggapi hal tersebut, pengamat vaksinasi dari Universitas Indonesia, Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan pemerintah sudah memandang perlu pembelajaran tatap muka, namun harus dilakukan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, seperti menjaga jarak, menggunakan masker, dan dilengkapi fasilitas cuci tangan dengan air mengalir.
Selain itu, keluarnya SKB itu bukan berarti pada tahun ajaran nanti akan dibuka PTM juga disesuaikan kondisinya nanti. “Kan masih beberapa bulan, kalau nanti pas PTM berjalan dan kasus COVID-19 naik bisa berubah lagi,” kata mantan Direktur Jendral Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan itu, Jumat (9/4).
Baca Juga : Hidup Hampir 100 Tahun, Ini Rahasia Umur Panjang Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II
Ia meminta masyarakat jangan terlalu gembira dulu melihat laju perkembangan kasus COVID-19 belakangan ini. Sebab, sewaktu menjadi Direktur Organisasi Kesehatan Dunia Wilayah Asia Tenggara (WHO-SEARO), ia pernah merasakan perkembangan kasus COVID-19 di India dimana ia berkantor di New Delhi, India yang berubah-rubah secara drastis. “India pernah mengalami kasus harian bertambah hanya 10.000 kasus. Namun beberapa hari kemudian naik 100.000 kasus. Jadi, susah diprediksi,” imbuhnya.
Lihat Juga :