Tangan Sering Kram Saat Bersepeda? Hati-hati Cyclist’s Palsy
Senin, 19 April 2021 - 15:15 WIB
Cyclist’s Palsy Mengancam Saat Bersepeda. Foto/Polar.
JAKARTA - Bersepeda menjadi olahraga favorit banyak orang. Selain megasyikan, bersepeda memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Namun pastikan memperhatikan posisi tangan, agar terhindar dari cyclist’s palsy .
“Apabila saat dan setelah bersepeda Anda merasakan jari manis dan kelingking tidak nyaman, hal ini biasanya disebabkan karena ulnar nerve, saraf yang mempersarafi kelingking dan jari manis, dan melewati pergelangan tangan melalui sebuah terowongan (guyon canal), tertekan akibat terlalu lama berpegangan dengan handlebar," kata Dokter Spesialis Bedah Ortopedi Konsultan Hand & Microsurgery RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, dr. Oryza Satria, Sp.OT (K).
"Kondisi ini disebut juga dengan guyon canal syndrome, kalau terjadi pada pesepeda disebut cyclist’s palsy,” sambungnya.
Baca Juga : Jangan Malas! Ini 5 Tips Berolahraga Selama Puasa
Bersepeda selama 30 menit setiap hari, dijelaskan dr. Oryza dapat membantu menurunkan risiko penyakit metabolik, meningkatkan kreativitas dan daya ingat, serta menurunkan tingkat kecemasan dan depresi seiring dengan meningkatnya kadar hormon endorfin dalam tubuh.
Selain itu, bersepeda juga dapat membantu tubuh lebih rileks dan meningkatkan kualitas tidur, sehingga membantu mempertahankan berat badan. Bersepeda di pagi hari dapat membantu tubuh terpapar sinar matahari dan mendapatkan manfaat dari vitamin D. Tak heran dengan begitu banyak manfaat, bersepeda semakin digandrungi di masa sekarang.
“Apabila saat dan setelah bersepeda Anda merasakan jari manis dan kelingking tidak nyaman, hal ini biasanya disebabkan karena ulnar nerve, saraf yang mempersarafi kelingking dan jari manis, dan melewati pergelangan tangan melalui sebuah terowongan (guyon canal), tertekan akibat terlalu lama berpegangan dengan handlebar," kata Dokter Spesialis Bedah Ortopedi Konsultan Hand & Microsurgery RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, dr. Oryza Satria, Sp.OT (K).
"Kondisi ini disebut juga dengan guyon canal syndrome, kalau terjadi pada pesepeda disebut cyclist’s palsy,” sambungnya.
Baca Juga : Jangan Malas! Ini 5 Tips Berolahraga Selama Puasa
Bersepeda selama 30 menit setiap hari, dijelaskan dr. Oryza dapat membantu menurunkan risiko penyakit metabolik, meningkatkan kreativitas dan daya ingat, serta menurunkan tingkat kecemasan dan depresi seiring dengan meningkatnya kadar hormon endorfin dalam tubuh.
Selain itu, bersepeda juga dapat membantu tubuh lebih rileks dan meningkatkan kualitas tidur, sehingga membantu mempertahankan berat badan. Bersepeda di pagi hari dapat membantu tubuh terpapar sinar matahari dan mendapatkan manfaat dari vitamin D. Tak heran dengan begitu banyak manfaat, bersepeda semakin digandrungi di masa sekarang.
Lihat Juga :