Wanita Arab Ini Jadi yang Pertama Berhasil Taklukkan Gunung Everest
Rabu, 28 April 2021 - 02:32 WIB
Meski demikian, Raha akhirnya berhasil meyakinkan sang ayah dengan keputusannya. Jadi Raha mulai mengumpulkan uang dan berlatih untuk menyelesaikan misinya. Ia berjalan dengan jarak yang jauh menggunakan sepatu yang berat. Dia juga membawa tas ransel seberat 25 kilogram dan membuat dirinya semakin kuat setiap hari.
“Saya terus melatih tubuh dan mental saya. Sebab, mental yang kuat adalah hal terpenting untuk menyelesaikan misi,” terang Raha.
Pada awalnya, mendaki gunung tertinggi di dunia tidaklah mudah. Anda dapat membayangkan, terutama ketika Anda berasal dari wilayah gurun pasir dan agar menuju puncak, seseorang harus menghadapi badai salju serta suhu yang sangat rendah. Kondisi ini akan membuat seseorang menjadi lemah, sakit, atau bahkan meninggal dunia.
“Kami seharusnya memiliki hari yang fantastis. Tapi seperti yang Anda lihat, ini sangat menyedihkan, mungkin sekira dua malam lagi untuk menunggu cuaca kembali bersahabat,” ujar Raha.
Di saat yang bersamaan tubuh Raha menjadi lemah dan tidak seperti pengalaman yang ia lakukan sebelumnya. Beberapa rekan setim Raha bahkan menyerah dan tidak dapat menyelesaikan misi. Raha pun membutuhkan waktu beberapa hari tanpa sesuatu hal yang mudah seperti air, mandi, dan makanan hangat. Meski demikian, Raha tidak menyerah hingga dia akhirnya mencapai puncak dunia.
“Saya terus melatih tubuh dan mental saya. Sebab, mental yang kuat adalah hal terpenting untuk menyelesaikan misi,” terang Raha.
Pada awalnya, mendaki gunung tertinggi di dunia tidaklah mudah. Anda dapat membayangkan, terutama ketika Anda berasal dari wilayah gurun pasir dan agar menuju puncak, seseorang harus menghadapi badai salju serta suhu yang sangat rendah. Kondisi ini akan membuat seseorang menjadi lemah, sakit, atau bahkan meninggal dunia.
“Kami seharusnya memiliki hari yang fantastis. Tapi seperti yang Anda lihat, ini sangat menyedihkan, mungkin sekira dua malam lagi untuk menunggu cuaca kembali bersahabat,” ujar Raha.
Di saat yang bersamaan tubuh Raha menjadi lemah dan tidak seperti pengalaman yang ia lakukan sebelumnya. Beberapa rekan setim Raha bahkan menyerah dan tidak dapat menyelesaikan misi. Raha pun membutuhkan waktu beberapa hari tanpa sesuatu hal yang mudah seperti air, mandi, dan makanan hangat. Meski demikian, Raha tidak menyerah hingga dia akhirnya mencapai puncak dunia.
Lihat Juga :