Menyibak Keajaiban Allah SWT Bekerja, dalam Surah Al Kahfi
Jum'at, 22 Mei 2020 - 03:13 WIB
Apakah kamu tahu tahu apa saja kisah dalam Surah Al Kahfi? Surat Al Kahfi disunnahkan untuk dibaca setiap malam Jumat atau hari Jumat hingga tiba waktu ashar. Foto : Istimewa
MAKASSAR - Apakah kamu tahu tahu apa saja kisah dalam Surah Al Kahfi? Surat Al Kahfi disunnahkan untuk dibaca setiap malam Jumat atau hari Jumat hingga tiba waktu ashar. Siapa yg membaca Surah Al Kahfi setiap Jumat, maka Ia disinari cahaya di antara dua Jumat, dan terlindungi dari cobaan Dajjal.
Surah ini memang mengandung banyak makna dan hikmah terutama tentang bagaimana keajaiban Allah SWT itu bekerja. Cerita di dalamnya ada empat kisah, yaitu tentang 7 Pemuda Gua/ Seven Sleepers yang diberi nama Ashabul Kahfi, kisah Dua Pemilik Kebun (Pemuda yg masuk Surgadan Pemuda yg masuk Neraka), kisah Nabi Musa dan Khidir, serta kisah Dzulkarnaindan Yajuj Majuj.
SINDOnews memulai dengan Kisah 7 Pemuda Gua. Kisah ini sedang berlangsung saat periode Nabi Isa Al Masih, Ia memberitakan bahwa ada manusia yg masih hidup selama ratusan tahun tidak mati, dan akan hidup kembali dan mati dalam gua
Tujuh Pemuda Gua ini sendiri tetap berada dalam gua dan Allah matikan seketika itu, karena mereka sepakat tidak mau dijadikan Dewa atau Tuhan baru di kota Aphesus, seperti kejadian-kejadian di zaman Nabi Nuh, dan lainnya.
Surah ini memang mengandung banyak makna dan hikmah terutama tentang bagaimana keajaiban Allah SWT itu bekerja. Cerita di dalamnya ada empat kisah, yaitu tentang 7 Pemuda Gua/ Seven Sleepers yang diberi nama Ashabul Kahfi, kisah Dua Pemilik Kebun (Pemuda yg masuk Surgadan Pemuda yg masuk Neraka), kisah Nabi Musa dan Khidir, serta kisah Dzulkarnaindan Yajuj Majuj.
SINDOnews memulai dengan Kisah 7 Pemuda Gua. Kisah ini sedang berlangsung saat periode Nabi Isa Al Masih, Ia memberitakan bahwa ada manusia yg masih hidup selama ratusan tahun tidak mati, dan akan hidup kembali dan mati dalam gua
Tujuh Pemuda Gua ini sendiri tetap berada dalam gua dan Allah matikan seketika itu, karena mereka sepakat tidak mau dijadikan Dewa atau Tuhan baru di kota Aphesus, seperti kejadian-kejadian di zaman Nabi Nuh, dan lainnya.
Lihat Juga :