Girls In Tech Upaya Dukung Kaum Hawa Lebih Dapat Berpartisipasi dalam Teknologi
Jum'at, 07 Mei 2021 - 01:02 WIB
Tech Talks merupakan mini-workshop pasca program dalam bentuk webinar di mana para peserta beasiswa berbagi perjalanannya dalam menyelesaikan program beasiswa. Tujuan mini-workshop adalah untuk menciptakan kesadaran dan lebih menginspirasi perempuan lainnya untuk bergabung dengan program Girls in Tech lainnya yang akan datang.
Selama mengikuti program, para penerima beasiswa belajar program Pengembangan Profesional dari Hacktiv8 sesuai dengan minat masing-masing. Nurulita, Riza, Linda, dan perempuan lainnya belajar tiga program berbeda, yaitu Introduction to Python, Front-end development, dan Introduction to Programming.
Para peserta tidak mengalami kendala berarti selama program berlangsung. Riza, penerima beasiswa dari Magelang, mengatakan bahwa bagi dirinya, yang tidak memiliki latar belakang coding, instruktur menyampaikan materi pembelajaran dengan jelas dan ringkas. "Memiliki mentor membuat segalanya menjadi mudah. Saya menemukan bidang itu sangat menarik," ucapnya seperti dalam siaran pers Girls In Tech, Kamis (6/5).
Sedangkan Nurulita, yang merupakan seorang ahli gizi, bercerita dengan penuh semangat tentang pengalamannya mengikuti program ini. "Saat yang paling menyenangkan adalah ketika saya menyelesaikan tugas akhir menggunakan data tentang nutrisi di Indonesia. Dari seseorang yang tidak tahu apa-apa tentang pemrograman, saya bisa menyelesaikan kursus delapan minggu, menyelesaikan analisis sederhana menggunakan Python," kata dia.
"Saya berharap dapat menggunakan keterampilan baru ini untuk mengumpulkan data yang berguna untuk membuat keputusan strategis bagi pemerintah, khususnya untuk meningkatkan kondisi masyarakat Indonesia terkait gizi dan kesehatan," lanjutnya.
Selama mengikuti program, para penerima beasiswa belajar program Pengembangan Profesional dari Hacktiv8 sesuai dengan minat masing-masing. Nurulita, Riza, Linda, dan perempuan lainnya belajar tiga program berbeda, yaitu Introduction to Python, Front-end development, dan Introduction to Programming.
Para peserta tidak mengalami kendala berarti selama program berlangsung. Riza, penerima beasiswa dari Magelang, mengatakan bahwa bagi dirinya, yang tidak memiliki latar belakang coding, instruktur menyampaikan materi pembelajaran dengan jelas dan ringkas. "Memiliki mentor membuat segalanya menjadi mudah. Saya menemukan bidang itu sangat menarik," ucapnya seperti dalam siaran pers Girls In Tech, Kamis (6/5).
Sedangkan Nurulita, yang merupakan seorang ahli gizi, bercerita dengan penuh semangat tentang pengalamannya mengikuti program ini. "Saat yang paling menyenangkan adalah ketika saya menyelesaikan tugas akhir menggunakan data tentang nutrisi di Indonesia. Dari seseorang yang tidak tahu apa-apa tentang pemrograman, saya bisa menyelesaikan kursus delapan minggu, menyelesaikan analisis sederhana menggunakan Python," kata dia.
"Saya berharap dapat menggunakan keterampilan baru ini untuk mengumpulkan data yang berguna untuk membuat keputusan strategis bagi pemerintah, khususnya untuk meningkatkan kondisi masyarakat Indonesia terkait gizi dan kesehatan," lanjutnya.
Lihat Juga :