Hati-Hati, Kebiasaan Buruk Recehmu Bisa Tergolong Self-Sabotage!
Rabu, 09 Juni 2021 - 21:03 WIB
Menyabotase diri sendiri bisa disebabkan oleh pengalaman masa lalu, atau kebiasaan yang dibentuk saat dewasa. Foto/Shutterstock
JAKARTA - Self-sabotage atau perilaku menyabotase diri sendiri secara sederhana bisa diartikan sebagai perilaku merusak diri sendiri atau rasa tidak yakin pada nilai yang dimiliki diri sendiri.
Menurut psikolog klinis Nick Wignall , perilaku self-sabotagebisa dilakukan secara sadar maupun tidak. Aksi yang dilakukan secara sadar misalnya ketika kita tahu bahwa kita masih punya tugas tertentu, tapi malah menunda mengerjakannya karena asyik bermain gim atau menonton video atau film.
Sedangkan yang dilakukan secara tidak sadar misalnya perasaan takut gagal yang pada akhirnya mengembangkan kebiasaan buruk. Contohnya saat mau ujian, timbul perasaan khawatir dan membuat jadi tidak bisa tidur.
Contoh lain dapat juga ditemukan pada perilaku menyakiti diri sendiri, minum alkohol atau menggunakan narkoba, gangguan makan, dan lainnya. Perilaku tersebut ketika dilakukan secara terus-menerus bisa menciptakan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan mengganggu tujuan jangka panjang.
Perilaku itu bisa dikurangi dengan menghentikan pola pikir dan tindakan yang salah atau sudah menjadi kebiasaan sambil memperkuat ketahanan diri. Di sisi lain, motivasi dan dukungan dari orang-orang terdekat juga bisa membantu seseorang menemukan kembali tujuan dan nilai mereka.
PENYEBAB SELF-SABOTAGE
Foto: Shutterstock
Menurut psikolog klinis Nick Wignall , perilaku self-sabotagebisa dilakukan secara sadar maupun tidak. Aksi yang dilakukan secara sadar misalnya ketika kita tahu bahwa kita masih punya tugas tertentu, tapi malah menunda mengerjakannya karena asyik bermain gim atau menonton video atau film.
Sedangkan yang dilakukan secara tidak sadar misalnya perasaan takut gagal yang pada akhirnya mengembangkan kebiasaan buruk. Contohnya saat mau ujian, timbul perasaan khawatir dan membuat jadi tidak bisa tidur.
Contoh lain dapat juga ditemukan pada perilaku menyakiti diri sendiri, minum alkohol atau menggunakan narkoba, gangguan makan, dan lainnya. Perilaku tersebut ketika dilakukan secara terus-menerus bisa menciptakan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan mengganggu tujuan jangka panjang.
Perilaku itu bisa dikurangi dengan menghentikan pola pikir dan tindakan yang salah atau sudah menjadi kebiasaan sambil memperkuat ketahanan diri. Di sisi lain, motivasi dan dukungan dari orang-orang terdekat juga bisa membantu seseorang menemukan kembali tujuan dan nilai mereka.
PENYEBAB SELF-SABOTAGE
Foto: Shutterstock
Lihat Juga :