Pesta Kesenian Bali Bisa Menjadi Pemantik Pemulihan Pariwisata Pulau Dewata

Senin, 14 Juni 2021 - 20:09 WIB
Pesta Kesenian Bali merupakan festival kesenian tahunan untuk memberikan ruang aktualisasi serta wahana bagi seni-seni klasik maupun tradisional Bali. / Foto: Instagram @ info_kesenianbali
JAKARTA - Pemerintah Provinsi Bali kembali menghadirkan Pesta Kesenian Bali ke-43 (PKB XLIII) tahun 2021. Kegiatan yang berlangsung hybrid ini diselenggarakan sebagai upaya memantik bangkitnya kreativitas pelaku ekonomi kreatif di tengah pandemi.

Baca juga: Hasil Prokes Ketat di Sektor Pariwisata Menerapkan 4K, Kebersihan, Kesehatan, Keamanan dan Kelestarian



Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, PKB merupakan festival kesenian tahunan untuk memberikan ruang aktualisasi serta wahana bagi seni-seni klasik maupun tradisional Bali. Menurutnya, kegiatan yang sudah berlangsung 43 tahun ini menjadi bagian dari nostalgia dan memori bukan hanya bagi orang Bali, tapi juga secara nasional dan bahkan dunia internasional.

"Pesta Kesenian Bali secara filosofis juga menjadi media dan sarana membangkitkan semangat kita, memotivasi masyarakat untuk menggali, menemukan, dan menampilkan seni budaya serta meningkatkan kesejahteraan kepada masyarakat, membuka peluang usaha, dan lapangan pekerjaan," kata Sandiaga dalam keterangan tertulis,Senin (14/6).

Sandiaga mengungkapkan, pembukaan PKB XLIII ini dimulai dengan penampilan Tari Baris Manggala Yudha, yakni tarian kepahlawanan bernuansa klasik yang terdiri dari 6 orang penari. Dia menjelaskan, tarian ini melukiskan persiapan sekelompok pasukan perang dari kerajaan Badung (Bandana) sebelum maju ke medan perang (Puputan Badung).

Selain itu, lanjutnya, acara ini dimaknai dengan penayangan video Peed Aya (pawai) 'Pratiti Wana Kerthi' dan Rekasadana (Pergelaran) Sendratari 'Wreksa Kastuba' yang menceritakan kisah Japa Tuan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!