Covid-19 Makin Ngegas di Indonesia, Epidemiolog Sarankan Perketat PPKM Mikro
Rabu, 16 Juni 2021 - 16:55 WIB
"Pemerintah harus menyiapkan strategi pengetatan PPKM Mikro sebagai opsi darurat untuk meredam lonjakan kasus yang bisa sangat begitu besar," kata Epidemiolog Griffith University, Australia, dr Dicky Budiman, pada MNC Portal, Rabu (16/6/2021).
Baca Juga : Mutasi Covid-19 di Indonesia Capai 145 Kasus, Varian Delta Terbanyak
Pemerintah sendiri memberlakukan perpanjangan PPKM Mikro di seluruh provinsi. Jadi, kebijakan PPKM Mikro ini berlaku dari 15 hingga 28 Juni 2021. Tentu saja, kebijakan ini diharapkan dapat menekan mobilitas masyarakat yang menjadi biang kerok lonjakan kasus.
Selain itu, kata dr Dicky, pemerintah juga mesti memperluas cakupan 3T di masyarakat. Meski, Indonesia memiliki keterbatasan dalam surveilans genomicnya di tengah lonjakan kasus seperti ini. "Minim sekali 3T-nya di tengah positivity rate Covid-19 tinggi, jauh di atas 5 persen," tegasnya.
Hal ini juga sejalan dengan harapan yang diberikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di pertengahan Mei 2021, bahwa setiap wilayah menggencarkan tindakan 3T di masyarakat.
Baca Juga : Mutasi Covid-19 di Indonesia Capai 145 Kasus, Varian Delta Terbanyak
Pemerintah sendiri memberlakukan perpanjangan PPKM Mikro di seluruh provinsi. Jadi, kebijakan PPKM Mikro ini berlaku dari 15 hingga 28 Juni 2021. Tentu saja, kebijakan ini diharapkan dapat menekan mobilitas masyarakat yang menjadi biang kerok lonjakan kasus.
Selain itu, kata dr Dicky, pemerintah juga mesti memperluas cakupan 3T di masyarakat. Meski, Indonesia memiliki keterbatasan dalam surveilans genomicnya di tengah lonjakan kasus seperti ini. "Minim sekali 3T-nya di tengah positivity rate Covid-19 tinggi, jauh di atas 5 persen," tegasnya.
Hal ini juga sejalan dengan harapan yang diberikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di pertengahan Mei 2021, bahwa setiap wilayah menggencarkan tindakan 3T di masyarakat.
Lihat Juga :