Program Hamil Bayi Tabung Miliki Kemungkinan Berhasil Paling Tinggi

Senin, 21 Juni 2021 - 01:31 WIB
"Penyebabnya bisa macam-macam, mulai dari gaya hidup, menstruasi tidak teratur, hingga penyakit infeksi," kata dr. Haviz dalam acara Fertility Talk Morula IVF bertema "Infertilitas dan Peranan Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB) Bayi Tabung/IVF" sebagai rangkaian dari Morula Fertility Fest 2021 di Padang, Minggu (20/6).

Siklus haid, terang dr. Haviz, dikatakan normal apabila berlangsung antara 24 hingga 35 hari. Ada pun periode menstruasi, umumnya berlangsung antara empat sampai tujuh hari atau maksimal sepuluh hari.

Untuk beberapa kasus infertilitas, teknologi bayi tabung dikenal sebagai salah satu upaya program kehamilan yang dapat membantu pasangan mendapatkan keturunan. Bayi tabung kini semakin diminati oleh mereka yang merencanakan kehamilan, namun memiliki kendala gangguan kesuburan atau infertilitas.

Kehadiran beragam teknologi canggih sangat bermanfaat untuk memaksimalkan peluang keberhasilan program bayi tabung. Namun demikian, faktor lain juga amat menentukan kesuksesan bayi tabung, yakni usia si calon ibu.

Menurut Spesialis Kebidanan dan Kandungan -Fertilitas Endokrinologi Reproduks- Morula IVF Padang dr. Dedy Hendru, SpOG. KFER, sebaiknya wanita tidak menunda kehamilan. Hal itu berhubungan dengan tingkat kesuburan calon ibu.

Kehamilan yang ditunda, khususnya pada usia tertentu, tidak disarankan. Kondisi tersebut berkaitan dengan jumlah sel telur di rahim yang berperan besar dalam proses kehamilan. "Usia terbaik wanita adalah di bawah 38 tahun, semua tergantung usia. Kalau menunda kehamilan justru jumlah sel telur makin sedikit," kata dr. Dedy.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!