Varian Delta Jadi Penyebab Terbesar Kasus Baru COVID-19 di Eropa

Kamis, 24 Juni 2021 - 14:38 WIB
Andrea menuturkan, peringatan datang ketika Rusia mengumumkan adanya lonjakan infeksi yang diperburuk oleh rendahnya tingkat penyerapan vaksin. Inggris juga telah melihat varian delta menjadi dominan, namun telah dilindungi oleh penyelenggaraan vaksinasi yang sukses, di mana 82,5% orang dewasa telah mendapat dosis pertama dan 60% sudah dua kali mendapat suntikan vaksin.

"Sangat penting untuk maju dengan peluncuran vaksin berkecepatan sangat tinggi guna menghentikan penyebaran varian dan mengurangi dampak kesehatannya,” terang Andrea.

Baca Juga: Cara Menambah Berat Badan yang Sehat, Konsumsi Makanan Ini!

"Pada tahap ini menjadi penting bahwa dosis vaksinasi kedua diberikan untuk mempercepat tingkat di mana individu yang rentan menjadi terlindungi," lanjutnya.

Andrea menambahkan, data awal menunjukkan varian baru dapat menginfeksi seseorang yang baru menerima satu dosis vaksin yang tersedia saat ini. "Kabar baiknya adalah, setelah menerima dua dosis dari salah satu vaksin yang tersedia saat ini akan memberi perlindungan yang tinggi," ungkapnya.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!