1 Dekade Jadi Desainer, Didiet Maulana Sulit Temukan Regenerasi Penenun Muda
Jum'at, 30 Juli 2021 - 00:15 WIB
“Kesulitan pertama, menemukan penenun-penenun baru. Proses regenerasi dari tenun , jadi bagaimana menjadikan ini sesuatu yang legit dan orang-orang percaya ke sana. Bahwa ini bukan pekerjaan yang dikerjakan saat tak ada sawah yang bisa digarap, tapi memang bisa jadi pekerjaan utama,” ujar Didiet dalam konferensi pers virtual, Kamis (29/7).
Selanjutnya, desainer kebaya wisuda Maudy Ayunda tersebut mengungkapkan tantangan lain yang ia hadapi selama satu dekade ini, yang didominasi masalah teknis. Seperti ekspansi jumlah produksi dan penyediaan material bahan, contohnya benang yang ternyata masih harus diimpor dari luar negeri.
Baca Juga: Mengatasi Masalah Kulit saat Isoman, Lakukan Cara Ini!
“Ekspand jumlah produksi ya. Kita kan dikerjakan handmade dengan tangan. Pandemi gini penenun yang biasanya kerja di workshop tenun ya sekarang nggak bisa. Kalau mesin tenunnya kecil jadi dikerjakan di rumah. Lalu bahan mentah kayak benang, masih banyak impor. Kalau bahannya tersedia dari hulu hingga hilir, cost kan bisa ditekan,” tutup Didiet.
Selanjutnya, desainer kebaya wisuda Maudy Ayunda tersebut mengungkapkan tantangan lain yang ia hadapi selama satu dekade ini, yang didominasi masalah teknis. Seperti ekspansi jumlah produksi dan penyediaan material bahan, contohnya benang yang ternyata masih harus diimpor dari luar negeri.
Baca Juga: Mengatasi Masalah Kulit saat Isoman, Lakukan Cara Ini!
“Ekspand jumlah produksi ya. Kita kan dikerjakan handmade dengan tangan. Pandemi gini penenun yang biasanya kerja di workshop tenun ya sekarang nggak bisa. Kalau mesin tenunnya kecil jadi dikerjakan di rumah. Lalu bahan mentah kayak benang, masih banyak impor. Kalau bahannya tersedia dari hulu hingga hilir, cost kan bisa ditekan,” tutup Didiet.
(tsa)
Lihat Juga :