Ini Terapi yang Bisa Dilakukan untuk Sembuhkan Kanker Nasofaring

Minggu, 01 Agustus 2021 - 05:16 WIB
Kanker nasofaring menjadi salah satu penyakit yang harus mendapatkan perhatian khusus. / Foto: ilustrasi/urologists
JAKARTA - Kanker nasofaring menjadi salah satu penyakit yang harus mendapatkan perhatian khusus. Berdasarkan data yang dikumpulkan RSCM, pasien kanker nasofaring pada 2000 menunjukkan jika penderita kanker nasofaring pada kelompok usia di bawah 30 tahun mencapai 12,9%. Tetapi sejak 2005, meningkat menjadi 23,5%, dan beberapa di antaranya menyerang anak di bawah usia 10 tahun.



Sebagaimana diketahui, kanker nasofaring merupakan salah satu kanker leher dan kepala. Faktor risiko kanker nasofaring disebabkan oleh infeksi virus Epstein-Barr (EBV), dan hampir 100% kanker nasofaring berhubungan dengan EBV.

Virus EBV ini hampir ada dalam seluruh tubuh manusia. Meskipun EBV ada dalam tubuh manusia, namun tidak selalu bergejala. Selain itu virus ini juga tidak menular.

Spesialis Radioterapi dari FKUI/RSCM, Prof. Dr. Soehartati Gondhowiardjo menjelaskan, terapi utama kanker nasofaring pada anak adalah pembedahan, radioterapi, dan kemoterapi.



Pengobatan di luar tiga modalitas tersebut, terlebih nonmedis, sangat tidak dianjurkan. Pembedahan biasanya hanya berupa biopsi dan jika terkonfirmasi kanker maka akan dilanjutkan dengan kemoterapi, radiasi, atau kombinasi keduanya.

"Radiasi atau radioterapi adalah terapi menggunakan sinar pengion yang bila mengenai materi biologi akan mengalami ionisasi dan kemudian mematikan sel," ungkap Prof. Soehartati, dalam webinar Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI), Sabtu (31/7).

"Radioterapi atau orang awam menyebutnya terapi sinar, pada anak-anak dilakukan dengan teknik khusus. Radioterapi saat ini sudah berkembang sehingga menjadi lebih presisi dan sesuai target," sambungnya.

Lebih lanjut, dalam proses radioterapi, hanya daerah yang menjadi target yang akan terkena sinar sehingga tidak merusak jaringan sekitarnya. Dosisnya juga bisa diatur.
Halaman :
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More