5 Tempat Angker di Bali Bikin Merinding, Berani ke Sini?
Selasa, 10 Agustus 2021 - 22:29 WIB
4. Goa Jepang Klungkung
Ketika Indonesia masih dijajah, tentara Jepang sering menggali bukit-bukit dan menciptakan goa sebagai bunker. Di Bali pun tak terkecuali, tembok-tembok bukit di daerah Klungkung memiliki 16 mulut goa dengan 14 goa yang berhubungan satu sama lain. Tiap goa ini memiliki kedalaman 4 meter dan tinggi 2 meter, sehingga bisa dimasuki dengan leluasa oleh wisatawan dewasa. Suasana yang gelap dan lembab pun dipercaya menjadi daya tarik bagi para mahkluk astral.
Baca Juga : Percepat Pemulihan Pariwisata, Kemenparekraf Hadirkan Vaksinasi dan Pengembangan Ekraf
5. Patung Bayi Sakah
Di simpang tiga jalan raya Sakah di Sukawati, Gianyar, terdapat sebuah patung bayi raksasa yang dianggap sakral oleh banyak penduduk. Meski terletak di tengah keramaian, patung bayi ini masih memancarkan aura mistis terutama di malam hari. Konon, sering orang mendengar suara tangisan bayi dari patung ini ketika bulan purnama. Patung ini merupakan simbol Hyang Siwa Buddha yang diwujudkan dalam bentuk bayi, jadi tak mengherankan bila banyak sesajen yang diletakkan di sekitar patung ini.
Ketika Indonesia masih dijajah, tentara Jepang sering menggali bukit-bukit dan menciptakan goa sebagai bunker. Di Bali pun tak terkecuali, tembok-tembok bukit di daerah Klungkung memiliki 16 mulut goa dengan 14 goa yang berhubungan satu sama lain. Tiap goa ini memiliki kedalaman 4 meter dan tinggi 2 meter, sehingga bisa dimasuki dengan leluasa oleh wisatawan dewasa. Suasana yang gelap dan lembab pun dipercaya menjadi daya tarik bagi para mahkluk astral.
Baca Juga : Percepat Pemulihan Pariwisata, Kemenparekraf Hadirkan Vaksinasi dan Pengembangan Ekraf
5. Patung Bayi Sakah
Di simpang tiga jalan raya Sakah di Sukawati, Gianyar, terdapat sebuah patung bayi raksasa yang dianggap sakral oleh banyak penduduk. Meski terletak di tengah keramaian, patung bayi ini masih memancarkan aura mistis terutama di malam hari. Konon, sering orang mendengar suara tangisan bayi dari patung ini ketika bulan purnama. Patung ini merupakan simbol Hyang Siwa Buddha yang diwujudkan dalam bentuk bayi, jadi tak mengherankan bila banyak sesajen yang diletakkan di sekitar patung ini.
(dra)
Lihat Juga :