Gabungkan Rekreasi dan Konservasi, Tempat Wisata Danau Situ Gede Bogor Dipercantik
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 15:30 WIB
“Kami akan memulai bersama program penataan kawasan Situ Gede ini. Terimakasih kepada Provinsi, Pak Kadis SDA, Pak Gubernur, DPRD Jabar yang telah menyetujui untuk mengalokasikan bantuannya ke Situ Gede,” tambahnya.
Dalam revitalisasi ini, kata Bima, harus bisa menggabungkan antara rekreasi, konservasi dan pemberdayaan ekonomi. “Jadi jangan sampai dengan penataan, pembangunan menjadi indah, warga datang ke sini, tapi kemudian menjadi jauh dari tujuan konservasinya. Sampahnya tidak dikelola, airnya menjadi kotor dan lain sebagainya. Dan juga harus diingat bahwa semua pembangunan di sini ujungnya adalah untuk kesejahteraan warga,” ujarnya.
Bima juga berpesan kepada Camat Bogor Barat dan Lurah Situ Gede untuk memperhatikan dimensi sosialnya dan memaksimalkan potensi lokal di kawasan tersebut. “Potensi warga di sini luar biasa. Ada berbagai macam kegiatan UMKM, ada posdaya yang sangat aktif, ada dodol talas, dan lain sebagainya. Kita ingin semuanya itu mendapatkan manfaat. Terakhir, PR untuk Pak Kadis PUPR (Kota Bogor) adalah akses yang harus lebih nyaman. Ketika titik ini sudah ditata, jangan sampai warga yang datang ke sini kesulitan, macet. Harus dipikirkan bersama akses dan infrastrukturnya,” tandasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas SDA Provinsi Jawa Barat Dikky Achmad Sidik mengatakan, tantangan terbesar dalam pengelolaan sumber daya air adalah adanya ketidakseimbangan di dalam neraca air, baik itu di musim penghujan maupun musim kemarau.
“Di mana kebutuhan air dengan perkembangan jumlah penduduk akan selalu meningkat. Sementara di sisi lain terjadi degradasi sumber air dan perubahan iklim. Untuk itu tentunya penurunan fungsi sumber daya air ini harus kita tindaklanjuti dengan melakukan kegiatan konservasi termasuk di dalamnya sumber-sumber air seperti Situ gede ini,” ujar Dikky.
Dalam revitalisasi ini, kata Bima, harus bisa menggabungkan antara rekreasi, konservasi dan pemberdayaan ekonomi. “Jadi jangan sampai dengan penataan, pembangunan menjadi indah, warga datang ke sini, tapi kemudian menjadi jauh dari tujuan konservasinya. Sampahnya tidak dikelola, airnya menjadi kotor dan lain sebagainya. Dan juga harus diingat bahwa semua pembangunan di sini ujungnya adalah untuk kesejahteraan warga,” ujarnya.
Bima juga berpesan kepada Camat Bogor Barat dan Lurah Situ Gede untuk memperhatikan dimensi sosialnya dan memaksimalkan potensi lokal di kawasan tersebut. “Potensi warga di sini luar biasa. Ada berbagai macam kegiatan UMKM, ada posdaya yang sangat aktif, ada dodol talas, dan lain sebagainya. Kita ingin semuanya itu mendapatkan manfaat. Terakhir, PR untuk Pak Kadis PUPR (Kota Bogor) adalah akses yang harus lebih nyaman. Ketika titik ini sudah ditata, jangan sampai warga yang datang ke sini kesulitan, macet. Harus dipikirkan bersama akses dan infrastrukturnya,” tandasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas SDA Provinsi Jawa Barat Dikky Achmad Sidik mengatakan, tantangan terbesar dalam pengelolaan sumber daya air adalah adanya ketidakseimbangan di dalam neraca air, baik itu di musim penghujan maupun musim kemarau.
“Di mana kebutuhan air dengan perkembangan jumlah penduduk akan selalu meningkat. Sementara di sisi lain terjadi degradasi sumber air dan perubahan iklim. Untuk itu tentunya penurunan fungsi sumber daya air ini harus kita tindaklanjuti dengan melakukan kegiatan konservasi termasuk di dalamnya sumber-sumber air seperti Situ gede ini,” ujar Dikky.
Lihat Juga :