Stroke, Kebanyakan Nonton TV Bisa Meningkatkan Risiko
Senin, 23 Agustus 2021 - 22:09 WIB
Stroke, Kebanyakan Nonton TV Bisa Meningkatkan Risiko. Foto/Express.
JAKARTA - Sebuah studi baru menunjukkan kebanyakan menonton televisi bisa meningkatkan risiko stroke tujuh kali lipat. Menonton televisi termasuk dalam perilaku menetap yang bisa menyebabkan masalah kesehatan serius.
Perilaku menetap mencakup sekelompok perilaku yang berbeda, terutama ketika duduk atau berbaring adalah mode postur yang dominan, dan aktivitas fisiknya sangat rendah.
Banyak anak-anak tumbuh dengan kelebihan berat badan, dan penelitian menunjukkan bahwa ini disebabkan oleh kombinasi faktor makanan dan perilaku menetap. Penelitian terus-menerus menyoroti hubungan antara ketidakaktifan fisik dan kematian dini serta morbiditas.
Dua perilaku menetap, khususnya, menonton televisi dan penggunaan komputer, menempati peringkat tinggi sebagai faktor risiko "penyakit duduk", termasuk stroke. Para peneliti melakukan tinjauan informasi yang berkaitan dengan kebiasaan gaya hidup 143.000 orang dewasa tanpa riwayat stroke, penyakit jantung, atau kanker.
Baca Juga: Diabetes Tipe 2, 5 Tanda Gula Darah Tinggi yang Kurang Diketahui
Perilaku menetap mencakup sekelompok perilaku yang berbeda, terutama ketika duduk atau berbaring adalah mode postur yang dominan, dan aktivitas fisiknya sangat rendah.
Banyak anak-anak tumbuh dengan kelebihan berat badan, dan penelitian menunjukkan bahwa ini disebabkan oleh kombinasi faktor makanan dan perilaku menetap. Penelitian terus-menerus menyoroti hubungan antara ketidakaktifan fisik dan kematian dini serta morbiditas.
Dua perilaku menetap, khususnya, menonton televisi dan penggunaan komputer, menempati peringkat tinggi sebagai faktor risiko "penyakit duduk", termasuk stroke. Para peneliti melakukan tinjauan informasi yang berkaitan dengan kebiasaan gaya hidup 143.000 orang dewasa tanpa riwayat stroke, penyakit jantung, atau kanker.
Baca Juga: Diabetes Tipe 2, 5 Tanda Gula Darah Tinggi yang Kurang Diketahui
Lihat Juga :