Istilah Badai Sitokin Pertama Kali Ditemukan Oleh James L. Ferrara

Senin, 30 Agustus 2021 - 19:55 WIB
James L. Ferrara

Baca Juga : Mengenal Sejarah Badai Sitokin yang Terjadi saat Pandemi 1918

Infeksi tersebut mampu memicu magrofag alveolar untuk menghasilkan jumlah sitokin yang berlebihan. Bahkan hingga menyebabkan ‘badai’. Hal itu berujung pada respon imun berlebihan. Kejadian berlebihannya respon imum seseorang ini diyakini menjadi faktor utama banyaknya kematian yang terjadi saat pandemi influenza di tahun 1918 – 1919 silam.

Penyakit ini bisa diidap oleh penderita Covid-19 , dan organ yang paling parah terserang adalah paru-paru serta pembulu darah. Orang-orang yang terserang badai sitokin akan mudah mengalami sesak napas, demam, tubuh menggigil, sakit kepala, ruam pada kulit, batuk dan mudah lelah.

Baca Juga : Badai Sitokin Bisa Dicegah dengan Konsumsi Vitamin D
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!