Remaja Disebut Ingin Kabur ke Korea, Pemerintah Turki Lakukan Investigasi Pengaruh K-Pop dan K-Drama
Rabu, 01 September 2021 - 13:02 WIB
Sementara akademisi yang meneliti tentang sentimen anti-K-pop Alptekin Keskin mengatakan bahwa kasus ketiga remaja yang menghebohkan itu hanyalah sebuah "kasus pengecualian", bukan "tren".
Alptekin juga mengatakan bahwa tuduhan terhadap K-pop datang dari grup konservatif yang membuat stigma bahwa K-pop mempromosikan gaya hidup LGBT dan masyarakat bebas gender. Dia juga mengatakan bahwa para pencinta K-pop kini tengah melawan tuduhan tersebut dengan perlawanan secara daring, termasuk tagar di media sosial.
"Saya mewawancarai mereka, dan mereka mengatakan bahwa para idol K-pop membawa pesan yang positif (untuk mereka), pesan untuk menghormati," ujar Alptekin.
Baca Juga: Tokoh dan Selebritas Pria Antimainstream, Dobrak Stereotip Gender
Pada 2019, para penggemar K-pop juga pernah mengatakan pada media bahwa budaya Korea mirip dengan Turki. Selain itu, kecintaan yang sama pada K-pop dan drama Korea membuat mereka tertarik untuk belajar hal baru, terutama bahasa asing.
Turki disebut duduk di posisi ke-10 sebagai negara dengan komunitas penggemar K-pop terbesar, dan posisi ke-9 dalam hal mengeluarkan uang untuk K-pop (USD108 atau Rp1,5 juta per orang per tahun). Sementara berdasarkan data Twitter, penggemar K-pop di Turki ada di posisi ke-19 dalam hal pembicaraan tentang K-pop.
Alptekin juga mengatakan bahwa tuduhan terhadap K-pop datang dari grup konservatif yang membuat stigma bahwa K-pop mempromosikan gaya hidup LGBT dan masyarakat bebas gender. Dia juga mengatakan bahwa para pencinta K-pop kini tengah melawan tuduhan tersebut dengan perlawanan secara daring, termasuk tagar di media sosial.
"Saya mewawancarai mereka, dan mereka mengatakan bahwa para idol K-pop membawa pesan yang positif (untuk mereka), pesan untuk menghormati," ujar Alptekin.
Baca Juga: Tokoh dan Selebritas Pria Antimainstream, Dobrak Stereotip Gender
Pada 2019, para penggemar K-pop juga pernah mengatakan pada media bahwa budaya Korea mirip dengan Turki. Selain itu, kecintaan yang sama pada K-pop dan drama Korea membuat mereka tertarik untuk belajar hal baru, terutama bahasa asing.
Turki disebut duduk di posisi ke-10 sebagai negara dengan komunitas penggemar K-pop terbesar, dan posisi ke-9 dalam hal mengeluarkan uang untuk K-pop (USD108 atau Rp1,5 juta per orang per tahun). Sementara berdasarkan data Twitter, penggemar K-pop di Turki ada di posisi ke-19 dalam hal pembicaraan tentang K-pop.
(ita)
Lihat Juga :