Racun Ular Ini Diklaim Terbukti Mampu Perangi Covid-19
Kamis, 02 September 2021 - 10:24 WIB
Baca Juga: Luhut Bilang Perang Melawan Covid-19 Bakal Berlangsung Lama: Jangan Bawa ke Politik!
Peptida sendiri sudah dikenal luas karena kualitas antibakterinya. "Peptida dapat disintesis di laboratorium," kata Guido. Hal ini membuat peneliti tidak perlu menangkap atau memelihara ular dalam jumlah besar.
Di Brasil rupanya terjadi perburuan ular Jararacussu karena informasi ini. Masyarakat ada yang salah menangkap bahwa bisa ular benar-benar dapat menyembuhkan Covid-19. Padahal, bukan begitu maksudnya.
"Bukan racun dalam bisa ular yang akan menyembuhkan pasien Covid-19. Kami khawatir orang-orang akan merasa dengan menangkap Jararacussu mereka mengira sudah menyelamatkan dunia," kata Giuseppe Puorto, seorang herpetologis yang menjalankan koleksi biologis Institut Butatan di Sao Paulo.
"Para peneliti selanjutnya akan mengevaluasi efisiensi dosis molekul yang berbeda dan apakah itu mampu mencegah virus memasuki sel sejak awal," menurut pernyataan Universitas Negeri Sao Paulo (Unesp), yang juga terlibat dalam penelitian tersebut.
Peptida sendiri sudah dikenal luas karena kualitas antibakterinya. "Peptida dapat disintesis di laboratorium," kata Guido. Hal ini membuat peneliti tidak perlu menangkap atau memelihara ular dalam jumlah besar.
Di Brasil rupanya terjadi perburuan ular Jararacussu karena informasi ini. Masyarakat ada yang salah menangkap bahwa bisa ular benar-benar dapat menyembuhkan Covid-19. Padahal, bukan begitu maksudnya.
"Bukan racun dalam bisa ular yang akan menyembuhkan pasien Covid-19. Kami khawatir orang-orang akan merasa dengan menangkap Jararacussu mereka mengira sudah menyelamatkan dunia," kata Giuseppe Puorto, seorang herpetologis yang menjalankan koleksi biologis Institut Butatan di Sao Paulo.
"Para peneliti selanjutnya akan mengevaluasi efisiensi dosis molekul yang berbeda dan apakah itu mampu mencegah virus memasuki sel sejak awal," menurut pernyataan Universitas Negeri Sao Paulo (Unesp), yang juga terlibat dalam penelitian tersebut.
Lihat Juga :