Dorong Industri Fashion Muslim Nasional Jadi Destinasi Busana Muslim Dunia Lewat MOFP 2021

Selasa, 28 September 2021 - 17:46 WIB
Ratna menambahkan industri kreatif cukup memberikan sumbangan yang tinggi dari 16 subsektor pada pendapatan nasional dan pihaknya di Kemenperin concern pada 3 subsektor, pertama fashion kriya dan animasi.

"Walaupun sebetulnya industri kreatif itu makanan minuman penyumbang besar nomor satu dan kedua fashion serta ketiga kriya nah inilah yang menjadikan spirit bahwa ini kontribusi sangat besar," ungkapnya.

Selain itu, hal ini juga kata dia masih punya pasar yang besar. kemudian dari industri pengolahan juga ada tekstil dan produk ini neracanya positif.

“Banyak lahirnya desainer muda berbakat yang mempunyai jiwa kewirausahaan ini kedepannya goal karena kita punya tanggung jawab menumbuhkan wirausaha baru dan tumbuhnya dengan cara anak-anak muda berbakat," katanya.

Menurutnya ini di desain tidak karena orangtuanya dia lahir sebagai desainer tetapi anak-anak yang memang ternyata punya passion dan mereka dibekali dengan ilmu marketing keuangan.

Adapun kontribusi industri tekstil dan pakaian jadi terhadap PDB industri pengolahan non migas tahun 2020, yaitu sebesar 6,76%. Pada Triwulan II 2021, sektor ini kembali menunjukkan kontribusi positif sebesar 6,03%.

“Berdasarkan data Pusdatin Kemenperin, nilai ekspor industri tekstil dan pakaian jadi sepanjang tahun 2020 mencapai US$ 10,62 miliar, dan pada periode Januari-Juli tahun 2021 ekspor sektor ini mencapai US$ 6,93 miliar,” terang Reni.

Pada akhir acara Inagurasi MOFP 2021, Reni juga mengumumkan tiga juara dan satu juara favorit yang berhak mendapatkan hadiah total Rp 75 juta rupiah berhasil diraih oleh Auke Kurnia (Juara 1) disusul oleh Ida Fahmi (Juara 2), Indra Syahri (Juara 3) dan Salsabilla Izzatin (Juara Favourite).
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!