Gejala Penyakit Jantung yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Nyeri Dada
Rabu, 29 September 2021 - 15:43 WIB
dr. Bambang menambahkan bahwa nyeri dada timbul akibat adanya gangguan keseimbangan supply dan demand. Otot jantung yang kekurangan supply oksigen (aliran darah) akan mengalami metabolism anaerob yang menghasilkan asam laktat. Produksi asam laktat berlebih pada sel-sel otot jantung ini yang mencetuskan rasa nyeri dada.
Secara umum angina dibagi menjadi 3. Yakni angina stabil, angina tak stabil, dan angina khas infark. Angina pektoris stabil adalah suatu keadaan dimana tak ada perubahan dalam derajat, intensitas dan frekuensi nyeri dada dalam 4 minggu terakhir.
Baca Juga : Sering Mendengkur? Hati-Hati Ini Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung!
Angina pectoris tak stabil terjadi jika terdapat peningkatan intensitas, durasi, dan frekuensi nyeri dada dalam kurun waktu 4 minggu terakhir. Sedangkan, angina khas infark atau serangan jantung adalah nyeri dada hebat yang disertai keluarnya keringat dingin dan berlangsung terus menerus hingga lebih dari 20 menit.
Secara umum angina dibagi menjadi 3. Yakni angina stabil, angina tak stabil, dan angina khas infark. Angina pektoris stabil adalah suatu keadaan dimana tak ada perubahan dalam derajat, intensitas dan frekuensi nyeri dada dalam 4 minggu terakhir.
Baca Juga : Sering Mendengkur? Hati-Hati Ini Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung!
Angina pectoris tak stabil terjadi jika terdapat peningkatan intensitas, durasi, dan frekuensi nyeri dada dalam kurun waktu 4 minggu terakhir. Sedangkan, angina khas infark atau serangan jantung adalah nyeri dada hebat yang disertai keluarnya keringat dingin dan berlangsung terus menerus hingga lebih dari 20 menit.
(wur)
Lihat Juga :