Sejarah Gladiator dan Kejamnya Bangsawan dalam Serial ‘Spartacus’
Kamis, 30 September 2021 - 14:26 WIB
Para gladiator yang saling bertempur di Colosseum kebanyakan adalah para budak, tawanan perang, dan penjahat yang memperjuangkan kebebasan. Permainan gladiator ini merupakan hiburan berdarah sekaligus tentang kontes hidup atau mati.
Ajang pertarungan gladiator seringkali dijadikan kompetisi atau semacam taruhan untuk memenangkan sebuah hadiah yang besar. Selain itu, ajang gladiator sering menjadi kesempatan untuk kaisar maupun bangsawan untuk memamerkan kekayaannya.
Baca Juga: Brazen Bull, Mesin Pembunuh Keji Andalan Raja Tiran Yunani Kuno
2. PERBUDAKAN OLEH DOMINUS
Foto: DeKnight Productions
Para gladiator hidup dengan kebebasan yang sangat minim karena mereka harus memikirkan kemenangan di arena. Dominus biasanya membeli para gladiator ini di pasar tengah kota dan membelinya dari para pasukan Romawi.
Selain menggunakan para gladiator untuk bertarung di arena, para Dominus ini juga sering memamerkan para gladiatornya pada pesta-pesta bangsawan.
Melansir britannica.com, Dominus dimulai dengan Diocletian dari 284 – 305 SM dan kemudian penerusnya disebut sebagai mendominasi (Dominatus). Nama ini menjadi gelar resmi untuk kaisar. Dominus dalam bahasa latin abad pertengahan mengacu pada “penguasa” suatu wilayah atau penguasa bawahan.
3. PEMBERONTAKAN YANG DIPIMPIN SPARTACUS
Foto: DeKnight Productions
Usai melakukan aksinya dengan memimpin pemberontakan di rumah Dominus, kini Spartacus mengumpulkan banyak gladiator untuk bergabung dengan aksinya yang bertujuan untuk hidup bebas tanpa harus menjadi budak Dominus. Namun aksinya tersebut kemudian menjadi sorotan pasukan Romawi yang kemudian menimbulkan aksi untuk saling bertempur.
Ajang pertarungan gladiator seringkali dijadikan kompetisi atau semacam taruhan untuk memenangkan sebuah hadiah yang besar. Selain itu, ajang gladiator sering menjadi kesempatan untuk kaisar maupun bangsawan untuk memamerkan kekayaannya.
Baca Juga: Brazen Bull, Mesin Pembunuh Keji Andalan Raja Tiran Yunani Kuno
2. PERBUDAKAN OLEH DOMINUS
Foto: DeKnight Productions
Para gladiator hidup dengan kebebasan yang sangat minim karena mereka harus memikirkan kemenangan di arena. Dominus biasanya membeli para gladiator ini di pasar tengah kota dan membelinya dari para pasukan Romawi.
Selain menggunakan para gladiator untuk bertarung di arena, para Dominus ini juga sering memamerkan para gladiatornya pada pesta-pesta bangsawan.
Melansir britannica.com, Dominus dimulai dengan Diocletian dari 284 – 305 SM dan kemudian penerusnya disebut sebagai mendominasi (Dominatus). Nama ini menjadi gelar resmi untuk kaisar. Dominus dalam bahasa latin abad pertengahan mengacu pada “penguasa” suatu wilayah atau penguasa bawahan.
3. PEMBERONTAKAN YANG DIPIMPIN SPARTACUS
Foto: DeKnight Productions
Usai melakukan aksinya dengan memimpin pemberontakan di rumah Dominus, kini Spartacus mengumpulkan banyak gladiator untuk bergabung dengan aksinya yang bertujuan untuk hidup bebas tanpa harus menjadi budak Dominus. Namun aksinya tersebut kemudian menjadi sorotan pasukan Romawi yang kemudian menimbulkan aksi untuk saling bertempur.
Lihat Juga :