Kebun Raya Bogor, Destinasi Wisata Konservasi Tertua se-Asia Tenggara yang Terus Berevolusi

Selasa, 05 Oktober 2021 - 09:24 WIB
Kata dia, saat ini lebih fokus melakukan riset dan konservasi tumbuhan, pengelolaan infrastruktur di Kebun Raya dilakukan oleh Kedeputian Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN. Sedangkan, fungsi eduwisata dikerjasamakan dengan pihak swasta dengan harapan dapat lebih mengoptimalkan potensi yang ada.

Baca Juga: Mengintip Eduwisata Malam GLOW yang Bakal Mempercantik Kebun Raya Bogor

Terkait penyelenggaraan Glow, tim peneliti flora dan fauna BRIN sudah mulai melakukan kajian untuk meminialisir dampak penyelenggaraan kegiatan tersebut. "Kami sudah menginventarisasi jenis flora apa saja yang ada di area Glow untuk kemudian di monitor," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB Hefni Effendi, menilai bahwa inovasi edukasi konservasi dalam program Glow dapat menjadi daya tarik kaum milenial untuk datang dan mengenal sejarah, budaya dan kekayaan koleksi Kebun Raya Bogor.

"Khusus untuk Kebun Raya Bogor sebaiknya tetap dilakukan kajian selama penyelenggaraan Glow, untuk mitigasinya sementara dapat dilakukan melalui studi referensi publikasi ilmiah atau jurnal-jurnal," jelasnya.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!