Dampak Perubahan Gaya Hidup selama Pandemi terhadap Risiko Diabetes dan Prediabetes

Minggu, 14 November 2021 - 23:23 WIB
Bukan hanya melalui internet, tidak sedikit responden yang akan menggunakan program TV (21%) dan berbicara dengan keluarga atau teman (35 %) untuk mencari informasi tentang diabetes.

Melihat data tersebut, hadirnya berbagai inisiatif dan platform terpercaya sangat dibutuhkan agar dapat terus mengedukasi masyarakat tentang bahaya diabetes dan cara pencegahannya.

“Pandemi COVID-19 telah membawa perubahan besar terhadap gaya hidup yang dapat menjadikan kita lebih sehat ataupun tidak. Saat ini, kita sudah mulai beradaptasi untuk hidup berdampingan dengan virus dan perlu memahami kebiasaan yang dapat mengurangi ataupun meningkatkan risiko diabetes,” kata Presiden Direktur PT Merck Tbk Evie Yulin dalam keterangan resminya, Sabtu (13/11/2021).

Risiko terkena diabetes tipe-2 dapat dikurangi hingga 58% dengan perubahan gaya hidup, seperti pola makan yang seimbang, rutin berolahraga, dan menurunkan berat badan.

Baca Juga: Pentingnya Memilih Obat untuk Atasi Batuk dan Pilek di Musim Penghujan

Penelitian menunjukkan bahwa setiap penurunan berat badan hingga satu kilogram, risiko terkena diabetes pun ikut berkurang 16%.

Sementara itu, Dokter Penyakit Dalam dari Rumah Sakit St. Carolus Jakarta dr. L. Aswin Pramono, M.Epid., Sp.PD menjelaskan, prediabetes merupakan kondisi gula darah yang tinggi, namun belum sampai menyentuh kriteria diagnosis diabetes.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!