WHO Sebut AMR Berpotensi Jadi Silent Pandemic di Masa Depan, Ini Penjelasannya

Kamis, 18 November 2021 - 15:20 WIB
WHO menyebut AMR atau resistensi antimikroba berpotensi menjadi silent pandemic. Foto/Ilustrasi/Financial Times
JAKARTA - Kecepatan kasus Antimicrobial Resistance (AMR) atau biasa dikenal dengan resistensi antimikroba masih sangat memprihatinkan. Bahkan AMR kerap disebut sebagai silent pandemic karena jumlah kasus kematiannya yang sangat banyak mencapai 700 ribu orang per tahun.

AMR atau resistensi antimikroba didefinisikan sebagai kebalnya mikroorganisme seperti bakteri, virus, parasit dan jamur terhadap obat antimikroba yang sebelumnya efektif untuk pengobatan infeksi.



Selain itu kasus AMR juga cenderung terus mengalami kenaikan, dan dikhawatirkan kondisi ini dapat menyebabkan pandemi yang sebenarnya di masa mendatang. Pada 2050 diprediksi jumlah kematian akibat AMR mencapai 10 juta per tahun.

Sementara distribusi kematian akibat AMR di masa depan ini diperkirakan paling banyak terdapat di Asia dengan 4,730 kematian dan Afrika dengan 4,150 juta kematian.

Baca Juga: Mantap! Cakupan Vaksinasi Covid-19 Capai Target WHO, Indonesia Masuk Lima Negara Tertinggi

Perwakilan World Health Organization (WHO) di Indonesia, dr. Benyamin Sihombing, mengatakan situasi AMR saat ini benar-benar sangat memprihatinkan. Sebab dalam laporan 2020, WHO telah mengidentifikasi ada 26 kandidat atibiotik yang sedang dalam pengembangan klinis untuk menghadapi 8 patogen prioritas dunia untuk saat ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!