Stres saat Hamil, Waspadai Efek Buruknya

Senin, 29 November 2021 - 15:47 WIB
Efek buruk stres saat hamil juga bisa terjadi dalam jangka panjang dan dialami anak setelah dilahirkan. Dalam beberapa kasus, efek stres saat hamil terkadang muncul di kemudian hari, bertahun-tahun kemudian.

Studi tahun 2021 menunjukkan bahwa anak-anak yang lahir dengan kondisi sang ibu mengalami stres saat hamil lebih mungkin mengalami gangguan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Sementara, dari studi tahun 2019 menunjukkan kemungkinan adanya hubungan dengan pengembangan depresi saat anak tumbuh menjadi remaja.

Jika mengalami stres saat hamil atau saat merawat bayi, cobalah untuk tidur lebih banyak dan fokus mengonsumsi makanan sehat. Minta pasangan untuk ikut mengurus dan menjaga bayi sehingga ibu bisa melakukan sesuatu untuk diri sendiri seperti berjalan-jalan, me time, atau sekadar mengobrol dengan teman.

Menghilangkan stres selama kehamilan bisa juga dengan mencoba cara seperti curhat dengan seseorang yang dipercaya, entah itu pasangan, sahabat, dokter, terapis, ataupun sesama wanita hamil lain. Jika merasa kerepotan, jangan sungkan untuk minta bantuan kepada pasangan, teman, keluarga, tetangga, dan bahkan rekan kerja.

Baca Juga: WHO Sebut Covid-19 Varian Omricon Belum Terbukti Lebih Menular, Jelaskan soal Pasien di Afrika

Selain itu, cara sederhana yakni makan makanan maupun minuman seimbang dan sehat, atau santai mendengarkan musik selama 30 menit bisa menurunkan kortisol, hormon stres utama pada tubuh manusia.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!