Iwan Hasan, Musisi Lintas Genre dan Lintas Negara

Minggu, 07 Juni 2020 - 23:23 WIB
Kesuksesan penampilan di berbagai festival musik progresif membuat Discus sangat diperhitungkan oleh banyak label rekaman internasional, termasuk Periferic (Hungaria), Moonjune/Leonardo Pavkovic (AS), dan Iridea (Italia). Namun sebagai executive producer, Kiki Caloh memilih Musea (Prancis).

Peran Iwan Hasan membumi sebagai komposer, orchestra arranger, guitarist 21-string, harpguitarist, kibordis dan vokalis. Dalam kariernya sebagai solois, Iwan Hasan sudah berperan dalam rilisan sekitar 30 album, baik sebagai penata musik (orkestra) maupun sebagai instrument player.

Sebagai arranger, Iwan juga berkolaborasi dengan musisi lintas genre. Integritas Iwan bisa memasuki ranah pop. Menulis aransemen orkestra untuk band Ungu, ST12, The Rain, Dianita, Cendana Band, Kla Project hingga terlibat dalam album mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menyeberang ke genre rock, Iwan ikut berperan dalam beberapa karya Boomerang, Piyu hingga band Getah.

Salah satu karya orkestrasi Iwan Hasan yang monumental di kancah pop adalah ketika ikut mengawal sukses band Ungu, dengan big hits-nya Demi Waktu. Kemudian berlanjut dengan intro orkestra instrumental Cinta Dalam Hati-nya Ungu (2006), dan Overture di album live grand akustik KLa Project (2014) yang kala itu juga dikonserkan di Jakarta Convention Hall, Indonesia.

Iwan Hasan merupakan satu dari sekitar 50 orang di dunia yang mahir memainkan harpguitar, alat musik gabungan harpa dan gitar. Kemampuan Iwan memainkan harpgitar diperolehnya langsung dari pelopor harguitar John Doan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!