Diabetes, Ini Sayuran yang Dapat Menyebabkan Gula Darah Tinggi
Selasa, 07 Desember 2021 - 09:29 WIB
Sayuran tertentu dapat menyebabkan kadar gula darah tinggi sehingga berbahaya bagi pasien diabetes. Diet berperan penting dalam menghasilkan efek ini. Foto/Taste of Home.
JAKARTA - Sayuran tertentu dapat menyebabkan kadar gula darah tinggi sehingga berbahaya bagi pasien diabetes . Diet berperan penting dalam menghasilkan efek ini dan ada sejumlah variabel yang dapat mempengaruhi seberapa cepat makanan dipecah menjadi glukosa (gula darah).
Semakin cepat makanan dipecah, semakin jelas dampaknya terhadap kadar gula darah. Menurut Dokter Ralph Abraham, Konsultan Diabetes, Gangguan Lipid dan Endokrinologi di Rumah Sakit King Edward VII , sayuran tertentu memiliki indeks glikemik yang tinggi.
Dilansir dari Express, Selasa (7/12/2021) indeks glikemik (GI) adalah sistem penilaian untuk makanan yang mengandung karbohidrat. Ini menunjukkan seberapa cepat setiap makanan mempengaruhi kadar gula darah Anda ketika makanan itu dimakan sendiri.
Makanan karbohidrat yang dipecah dengan cepat oleh tubuh dan menyebabkan peningkatan gula darah yang cepat memiliki peringkat GI yang tinggi.
"Tomat dan kentang menonjol karena umumnya dianggap memiliki indeks glikemik tinggi sedangkan ubi jalar, yang rasanya lebih manis, memiliki indeks glikemik yang lebih rendah," jelas dokter Abraham.
Semakin cepat makanan dipecah, semakin jelas dampaknya terhadap kadar gula darah. Menurut Dokter Ralph Abraham, Konsultan Diabetes, Gangguan Lipid dan Endokrinologi di Rumah Sakit King Edward VII , sayuran tertentu memiliki indeks glikemik yang tinggi.
Dilansir dari Express, Selasa (7/12/2021) indeks glikemik (GI) adalah sistem penilaian untuk makanan yang mengandung karbohidrat. Ini menunjukkan seberapa cepat setiap makanan mempengaruhi kadar gula darah Anda ketika makanan itu dimakan sendiri.
Makanan karbohidrat yang dipecah dengan cepat oleh tubuh dan menyebabkan peningkatan gula darah yang cepat memiliki peringkat GI yang tinggi.
"Tomat dan kentang menonjol karena umumnya dianggap memiliki indeks glikemik tinggi sedangkan ubi jalar, yang rasanya lebih manis, memiliki indeks glikemik yang lebih rendah," jelas dokter Abraham.
Lihat Juga :