WHO Rekomendasikan Vaksin Booster Bagi Orang dengan Gangguan Kekebalan
Kamis, 09 Desember 2021 - 23:55 WIB
WHO merekomendasikan vaksin booster bagi orang dengan gangguan kekebalan tubuh. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
JAKARTA - Panel penasehat vaksin Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) merekomendasikan kepada orang-orang yang memiliki gangguan kekebalan atau menerima vaksin yang tidak aktif harus menerima suntikan vaksin booster.
Sebenarnya beberapa negara telah mengizinkan untuk pemberian vaksin booster . Namun, setelah munculnya varian baru virus corona Omicron membuat suntikan booster sangat dianjurkan oleh WHO terlebih terhadap kelompok orang tua untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka.
Mengingat tingkat vaksinasi rendah yang terjadi di sejumlah negara berkembang, WHO mengatakan bahwa pemberian dosis pertama harus menjadi prioritas daripada booster.
Rekomendasi tersebut muncul setelah Strategic Advisory Group of Experts (SAGE) tentang vaksinasi mengadakan pertemuan untuk mengevaluasi kebutuhan booster Covid-19.
Baca Juga: Waspada! WHO Sebut Varian Omicron Sudah Terdeteksi di 57 Negara
Ketua SAGE Alejandro Cravioto mengatakan data yang muncul menunjukkan bahwa kemanjuran dosis kedua vaksin Covid-19 dinilai masih belum cukup melindungi sistem kekebalan tubuh lantaran terjadi penurunan yang signifikan seperti yang terlihat pada orang tua.
Sebenarnya beberapa negara telah mengizinkan untuk pemberian vaksin booster . Namun, setelah munculnya varian baru virus corona Omicron membuat suntikan booster sangat dianjurkan oleh WHO terlebih terhadap kelompok orang tua untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka.
Mengingat tingkat vaksinasi rendah yang terjadi di sejumlah negara berkembang, WHO mengatakan bahwa pemberian dosis pertama harus menjadi prioritas daripada booster.
Rekomendasi tersebut muncul setelah Strategic Advisory Group of Experts (SAGE) tentang vaksinasi mengadakan pertemuan untuk mengevaluasi kebutuhan booster Covid-19.
Baca Juga: Waspada! WHO Sebut Varian Omicron Sudah Terdeteksi di 57 Negara
Ketua SAGE Alejandro Cravioto mengatakan data yang muncul menunjukkan bahwa kemanjuran dosis kedua vaksin Covid-19 dinilai masih belum cukup melindungi sistem kekebalan tubuh lantaran terjadi penurunan yang signifikan seperti yang terlihat pada orang tua.
Lihat Juga :