Review The Matrix Resurrections: Nostalgia yang Tidak Sempurna
Rabu, 22 Desember 2021 - 09:09 WIB
Dokter jiwanya (Neil Patrick Harris) selalu mengatakan agar Neo menghadapi kenyataannya. Dia memberikan resep berupa pil biru kepada Neo. Di dunia The Matrix, ada dua pil yang bisa dimakan manusia. Pil biru akan membuat mereka berada di dunia mereka saat ini, yaitu dunia simulasi. Sementara Pil Merah akan membawa mereka ke dunia nyata, yaitu Zion.
Di tengah kebingungan itu, Neo bertemu Bugs, seorang tentara Zion. Bugs adalah pengagum Neo, yang menjadi legenda di Zion. Bugs sangat senang saat tahu kalau idolanya itu belum mati. Di akhir The Matrix Revolution, Neo mengorbankan diri demi kemenangan Zion. Namun, di The Matrix Resurrections, nyawanya diselamatkan. Tapi, dia sudah tidak bisa mengingat dunia Matrix karena dicekoki Pil Biru.
Dunia Neo tambah kacau setelah Morpheus muda muncul dan mengajaknya kembali ke Zion. Ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, Neo memutuskan untuk menerima ajakan itu. Namun, dia tetap menginginkan satu hal, yaitu Trinity kembali ke pelukannya. Apalagi, dia tahu kalau Trinity masih hidup.
Di sepanjang 148 menit durasi film ini, banyak flashback yang akan membantu penonton untuk mengingat sejumlah momen penting di trilogi The Matrix. Tak hanya itu, sejumlah adegan tarung di film ini juga masih menggunakan cara yang sebelumya dipakai di trilogi The Matrix. Di sini akan banyak adegan slow motion. Meski begitu, tarung gerak cepat pun juga terjadi di film ini dan tak kalah intensif.
Yang menarik, film ini memprotes sendiri franchise mereka di Warner Bros. Sejumlah karakter bahkan menyinggung segala macam, termasuk kontrak dan mengapa baru sekarang mereka membuat seri baru. Dialog ini jelas mengundang tawa dari penonton yang mengikuti serial ini sejak awal.
Sementara di trilogi sebelumnya Agent Smith adalah antagonis utamanya, di Resurrections, Smith tidak lagi menjadi antagonis utamanya. Film ini menampilkan antagonis baru, yaitu Analis yang diperankan Neil Patrick Harris. Meski tidak menjadi antagonis utama, bukan berarti Smith tidak lagi berbahaya.
Di tengah kebingungan itu, Neo bertemu Bugs, seorang tentara Zion. Bugs adalah pengagum Neo, yang menjadi legenda di Zion. Bugs sangat senang saat tahu kalau idolanya itu belum mati. Di akhir The Matrix Revolution, Neo mengorbankan diri demi kemenangan Zion. Namun, di The Matrix Resurrections, nyawanya diselamatkan. Tapi, dia sudah tidak bisa mengingat dunia Matrix karena dicekoki Pil Biru.
Dunia Neo tambah kacau setelah Morpheus muda muncul dan mengajaknya kembali ke Zion. Ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, Neo memutuskan untuk menerima ajakan itu. Namun, dia tetap menginginkan satu hal, yaitu Trinity kembali ke pelukannya. Apalagi, dia tahu kalau Trinity masih hidup.
Di sepanjang 148 menit durasi film ini, banyak flashback yang akan membantu penonton untuk mengingat sejumlah momen penting di trilogi The Matrix. Tak hanya itu, sejumlah adegan tarung di film ini juga masih menggunakan cara yang sebelumya dipakai di trilogi The Matrix. Di sini akan banyak adegan slow motion. Meski begitu, tarung gerak cepat pun juga terjadi di film ini dan tak kalah intensif.
Yang menarik, film ini memprotes sendiri franchise mereka di Warner Bros. Sejumlah karakter bahkan menyinggung segala macam, termasuk kontrak dan mengapa baru sekarang mereka membuat seri baru. Dialog ini jelas mengundang tawa dari penonton yang mengikuti serial ini sejak awal.
Sementara di trilogi sebelumnya Agent Smith adalah antagonis utamanya, di Resurrections, Smith tidak lagi menjadi antagonis utamanya. Film ini menampilkan antagonis baru, yaitu Analis yang diperankan Neil Patrick Harris. Meski tidak menjadi antagonis utama, bukan berarti Smith tidak lagi berbahaya.
Lihat Juga :