10 Karakter yang Tidak Becus Mengelola Uang di Anime

Kamis, 23 Desember 2021 - 18:25 WIB
Karena pekerjaan mereka mencuri Pokemon berdasarkan komisi, mereka seharusnya menyadari kalau alasan mengapa mereka tidak pernah punya cukup uang adalah karena mereka tidak bagus dalam pekerjaan mereka. Mereka bertahan pada impian menangkap Pikachu atau Pokémon untuk memikat bos mereka. Tapi, setelah beberapa saat, mereka sadar kalau ini jadi agak delusional. Selain itu, masing-masing mereka punya kebiasaan buruk menghabiskan uang yang mereka dapat. Ini kian menjerumuskan mereka ke lubang kemiskinan.

3. Luffy — One Piece



Menjadi petualang di laut luas jelas memakan banyak energi. Makanya, banyak orang jadi banyak makan agar tubuh mereka terus bekerja. Tapi, Monkey D Luffy membawa kelaparannya ke level berikutnya. Ini membuat dia dan krunya jadi bokek.

Luffy bisa makan seluruh hidangan di jamuan makan. Meskipun tubuhnya bisa merentang untuk menampung semua makanan di mulut dan perutnya, ini membuat tekanan pada isi dompet anak buahnya. Dengan banyaknya uang yang dia habiskan hanya untuk makanan, mengagumkan kalau kru Topi Jerami masih bisa melakukan petualangan.

2. Kaiji Itou — Kaiji



Kaiji Itou belajar dengan cara keras kalau minum-minum dan nakal itu tidak bisa dipakai untuk membayar sewa. Setelah dikhianati orang yang dia kira bisa dipercaya, dia terjerumus dalam utang besar. Ini memaksanya bergabung dengan dunia perjudian bawah tanah.

Saat menyadari kalau dia sudah bokek, Kaiji tidak punya banyak pilihan. Dia kemudian masuk ke organisasi berbahaya para penjudi maut ini. Dengan sedikit keberuntungan, dia bisa keluar dengan lebih kaya. Tapi, kalau dia gagal membuat pertaruhan yang tepat, itu akan menjadi hal terakhir yang dia lakukan.

Baca Juga: 10 Karakter Cowok Paling Keren di Serial Anime

1. Tsunade — Naruto



Ketika nama Tsunade kali pertama disebut di Naruto, dia dihormati sebagai salah satu dari Tiga Sannin Legendaris, orang yang tepat untuk menjadi Hokage dan salah satu ninja medis paling berbakat. Dengan sifat mengagumkan ini, bahkan Naruto pun berharap dia adalah orang dewasa yang hebat dan cerdas. Alih-alih, dia bertemu dengan pecandu berat judi yang mengabaikan tanggung jawab apa pun.

Setelah meninggalkan Konoha, Tsunade berpindah dari satu tempat judi ke tempat lain. Dia tidak menerima kesialannya sebagai tanda kalau dia harus berhenti. Karena dia terlilit banyak utang, Tsunade berkali-kali diburu debt collector. Jadi, dia mengubah usianya agar tidak ditangkap. Bahkan setelah menjadi Hokage, utangnya belum lunas. Pada saat yang sama, dia juga harus bertanggung jawab pada desa.
(alv)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!