Studi: Vaksin Booster Sinovac Gagal Tangkal Omicron
Kamis, 23 Desember 2021 - 22:57 WIB
Sementara itu, sampai sekarang masih belum diketahui berapa lama kekuatan Sinovac bertahan di dalam tubuh. Ini mengartikan, diperlukan segera pemberian booster kepada penerima Sinovac untuk melindungi mereka dari Omicron.
Data Bloomberg mencatat bahwa ada lebih dari 2,3 miliar dosis suntikan yang diproduksi dan dikirim, sebagian besar untuk China dan negara berkembang.
Baca Juga: Data Varian Omicron Belum Cukup, WHO Masih Bingung Tentukan Tingkat Keparahan
Dengan Omicron yang 70 kali lebih mudah menular daripada varian Delta, penelitian lebih lanjut untuk membuat vaksin baru yang lebih spesifik terhadap Omicron diperlukan, karena itu cara yang bisa dilakukan untuk keluar dari pandemi.
Pekan lalu, Sinovac merilis studi laboratorium yang mengatakan 94 persen orang yang mendapatkan tiga dosis vaksin menghasilkan antibodi penetralisir, meskipun tidak disebutkan levelnya. Untuk kejelasan, pihak Bloomberg sudah meminta pernyataan Sinovac, namun hingga sekarang belum ada jawaban.
Data Bloomberg mencatat bahwa ada lebih dari 2,3 miliar dosis suntikan yang diproduksi dan dikirim, sebagian besar untuk China dan negara berkembang.
Baca Juga: Data Varian Omicron Belum Cukup, WHO Masih Bingung Tentukan Tingkat Keparahan
Dengan Omicron yang 70 kali lebih mudah menular daripada varian Delta, penelitian lebih lanjut untuk membuat vaksin baru yang lebih spesifik terhadap Omicron diperlukan, karena itu cara yang bisa dilakukan untuk keluar dari pandemi.
Pekan lalu, Sinovac merilis studi laboratorium yang mengatakan 94 persen orang yang mendapatkan tiga dosis vaksin menghasilkan antibodi penetralisir, meskipun tidak disebutkan levelnya. Untuk kejelasan, pihak Bloomberg sudah meminta pernyataan Sinovac, namun hingga sekarang belum ada jawaban.
(tsa)
Lihat Juga :