Film Wish I Were Born From a Blanket, Jiwa Cilik Rapuh dalam Rumah Gaduh

Jum'at, 24 Desember 2021 - 15:42 WIB
Cerita dalam film yang tayang di Genflix dan dibuat oleh para sineas muda dari Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur ini begitu cerdas dan cermat mengamati sebuah kondisi keluarga yang lumrah kita temui di lingkungan sekitar. Diangkat dari sebuah kisah pendek dalam buku The Book of Imaginary Beliefs karya Lala Bohang, film ini semestinya menjadi tontonan wajib siapa saja yang tengah dimabuk asmara dan begitu naif berpikir bahwa menikah adalah sebuah pencapaian tertinggi dalam kehidupan.

Orang tua Lala adalah simbol mereka yang belum tuntas dengan dirinya sendiri, tapi nekat memulai lembaran baru bernama keluarga. Percekcokan tiada ujung menunjukkan bahwa orang tua Lala menikah tanpa cukup bekal. Bukan bekal finansial belaka, tapi bagaimana mereka menyadari bahwa menjadi pasangan suami istri adalah mitra, bukan siapa yang paling berkuasa.

Baca Juga: Film A Matter of Moments: Kontemplasi dari Kumpulan Memori"

Ada perbedaan pandangan tentang peran domestik suami-istri, ayah-ibu di antara kedua orang tua Lala. Ditambah “urusan” yang belum selesai dalam kejiwaan, sebuah masalah baru muncul: “inner child” putri semata wayang mereka tumbuh dengan penuh kepiluan.

Meminjam istilah anak muda zaman sekarang, Lala terlihat “kena mental” hingga jatuh sakit. Sebuah metafora ditampilkan bahwa pada titik itulah Lala yang sudah lelah, memutuskan untuk “pergi ke hotel”, menciptakan utopianya sendiri berupa rumah yang lebih ramah baginya.

Lala mendambakan menjadi anak dari selimut yang hangat dan mendekapnya penuh kasih sayang. Sesuatu yang tidak ia rasakan di rumah yang begitu besar dan dingin.



Foto: Genflix
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!