Cara Membuat Gorengan Kolesterol Rendah, Ingat 4 Hal Ini Agar Tetap Aman Bagi Kesehatan

Senin, 03 Januari 2022 - 22:55 WIB
Selain itu, restoran sering menggunakan kembali minyak bekas pakai yang membuatnya semakin buruk. Penggorengan berulang mengubah komposisi dan menyebabkan lebih banyak minyak yang diserap ke dalam makanan. Kondisi ini semakin meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi.

Meski demikian, masih ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan jika ingin menikmati makanan yang digoreng dengan lebih sehat. Diantaranya yaitu membuat sendiri makanan yang digoreng di rumah menggunakan minyak yang lebih sehat. Tetapi disarankan untuk membatasi asupan makanan yang digoreng karena makanan yang dimasak dengan panas sangat tinggi mengandung bahan kimia yang disebut akrilamida.

Bahan kimia ini telah ditunjukkan dalam penelitian pada hewan dan dapat menyebabkan kanker. Saat membuat makanan yang digoreng, pastikan untuk menggunakan minyak yang sebagian besar terdiri dari lemak jenuh dan tak jenuh tunggal. Minyak jenis itu lebih stabil pada panas tinggi. Minyak kelapa adalah salah satu minyak paling sehat untuk menggoreng.

Baca Juga: Gejala Kolesterol Tinggi, Nyeri Bahu Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai

Menurut para ahli, kualitas minyak kelapa tetap kurang terpengaruh bahkan setelah 8 jam penggorengan terus menerus pada suhu 180 Celcius. Selain itu, lebih dari 90 persen asam lemak dalam minyak kelapa jenuh membuatnya tahan terhadap panas. Minyak kelapa juga dapat membantu menghilangkan lemak perut.

Lemak hewani, seperti lard, tallow, ghee, dan tetesan lemak, adalah pilihan yang baik untuk menggoreng karena mengandung asam lemak jenuh dan tak jenuh tunggal yang tinggi. Minyak sehat lainnya untuk menggoreng termasuk minyak zaitun, alpukat, kacang tanah.

Sebaliknya, seseorang harus menghindari minyak yang tidak boleh digunakan untuk menggoreng. Hindari minyak nabati yang tinggi asam lemak tak jenuh ganda untuk menggoreng, seperti minyak kedelai, minyak jagung, minyak canola, minyak biji kapas, minyak safflower, minyak dedak padi, minyak biji anggur, minyak bunga matahari dan minyak wijen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!