Wajarkah Seseorang Mengadopsi Boneka Arwah? Ini Kata Dosen Psikologi Unpad

Jum'at, 07 Januari 2022 - 13:24 WIB
Menurut Ninin, apabila proses tersebut dilalui dengan baik dan benar, maka dia akan tumbuh dengan kemampuan yang cukup untuk menghadapi persoalan hidupnya. Sayangnya, tidak semua orang mempunyai pengalaman positif dalam proses tumbuh kembangnya.

Lebih jauh, Ninin menyebutkan jika ketidakmampuan untuk bertahan membuat seseorang memilih cara-cara tertentu untuk menguatkan, salah satunya menggunakan alat bantu seperti boneka arwah.

"Pada dasarnya, jika seseorang dalam tumbuh kembangnya mengalami proses yang positif dan ideal, maka hal-hal itu tidak diperlukan," ungkapnya.

Lantas, wajarkah seseorang mengadopsi boneka arwah? Menurut Ninin, batas kewajarannya dapat dilihat dari peran yang diletakkan pemiliknya pada boneka tersebut.

"Pada usia anak, ketika dia berkomunikasi dengan boneka, seolah-olah bonekanya hidup dan menjadi teman bermain, itu adalah sesuatu yang wajar. Kita tidak menganggapnya wajar ketika di tahapan usia lanjut, mereka memperlakukan boneka dengan cara yang sama," terangnya.

Akan tetapi, saat dewasa masih memperlakukan boneka sebagaimana anak-anak, maka terdapat sesuatu dari kondisi psikologisnya yang mencetuskannya untuk membutuhkan cara tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!