Menikmati Suasana Pulau Dewata di Kampung Bali Bekasi
Jum'at, 14 Januari 2022 - 05:27 WIB
Diam-diam, Ketut juga merupakan salah seorang penabuh rindik, alat musik tradisional khas Bali, dengan kemampuan yang sangat jarang yakni memainkannya dengan tiga tongkat pemukul sekaligus. Ia pun memamerkan keahlian itu di hadapan tim MNC Portal Indonesia.
“Biasanya rindik itu pake dua tongkat ya. Ini saya tiga tongkat sekaligus. Esensinya beda, pun tingkat kesulitannya,” jelas Ketut, sambil tersenyum.
Puas berbincang dengan Pak Ketut, tak terasa sore telah berganti malam. Setelah beristirahat sejenak, kami langsung melanjutkan perjalanan terakhir yaitu mengunjungi sanggar Nyalian Mas, sebuah tempat belajar kesenian tari dan musik Bali satu-satunya di wilayah Bekasi Utara yang terdapat di Kampung Bali Bekasi.
Sanggar yang mengajarkan Tari Pendet dan musik gamelan Bali itu telah berdiri sejak 2004, demikian penjelasan Bli Ryan yang memiliki nama lengkap Putu Ryan Hikantara selaku pengelola sanggar tersebut saat ini.
“Dulu sih mendirikannya atas inisiatif keluarga, kan pakde dan orangtua itu guru seni. Ya udah, dengan tujuan untuk melestarikan kebudayaan Bali juga, akhirnya berdirilah sanggar ini,” jelas Ryan.
Lewat sanggar yang dinamai berdasarkan nama sebuah desa di Kabupaten Klungkung, Bali, yang menjadi tempat kelahiran keluarga besar Ryan itulah, sebagian besar aktivitas kebudayaan dan kesenian di Kampung Bali Bekasi berlangsung.
“Biasanya rindik itu pake dua tongkat ya. Ini saya tiga tongkat sekaligus. Esensinya beda, pun tingkat kesulitannya,” jelas Ketut, sambil tersenyum.
Puas berbincang dengan Pak Ketut, tak terasa sore telah berganti malam. Setelah beristirahat sejenak, kami langsung melanjutkan perjalanan terakhir yaitu mengunjungi sanggar Nyalian Mas, sebuah tempat belajar kesenian tari dan musik Bali satu-satunya di wilayah Bekasi Utara yang terdapat di Kampung Bali Bekasi.
Sanggar yang mengajarkan Tari Pendet dan musik gamelan Bali itu telah berdiri sejak 2004, demikian penjelasan Bli Ryan yang memiliki nama lengkap Putu Ryan Hikantara selaku pengelola sanggar tersebut saat ini.
“Dulu sih mendirikannya atas inisiatif keluarga, kan pakde dan orangtua itu guru seni. Ya udah, dengan tujuan untuk melestarikan kebudayaan Bali juga, akhirnya berdirilah sanggar ini,” jelas Ryan.
Lewat sanggar yang dinamai berdasarkan nama sebuah desa di Kabupaten Klungkung, Bali, yang menjadi tempat kelahiran keluarga besar Ryan itulah, sebagian besar aktivitas kebudayaan dan kesenian di Kampung Bali Bekasi berlangsung.
(tsa)
Lihat Juga :