5 Tempat Berisiko Tinggi Penularan Omicron, Nomor 3 Paling Sering Didatangi
Sabtu, 19 Februari 2022 - 08:05 WIB
Penelitian ini juga melihat faktor kualitas udara seperti di dalam ruangan dan di luar ruangan, ruangan besar dan ruangan kecil, ramai dan tidak ramai, atau berventilasi dan tidak berventilasi. Menurut tabel risiko yang dikembangkan para peneliti, tempat dengan risiko tertinggi adalah area yang ramai dan berventilasi buruk tempat orang-orang berolahraga berat.
2. Restoran dan Bar Dalam Ruangan
Restoran dan bar dalam ruangan terus menjadi risiko utama Covid. Makan di tempat saat ini berisiko karena saat makan, Anda harus melepas masker. Ahli penyakit menular di University of Lowa, Dr. Christine Petersen pun menyarankan untuk membungkus makanan dan makan di rumah.
"Kita semua tahu bahwa hal itu membuat Anda berisiko terinfeksi tidak hanya dengan Covid, tetapi flu juga sedang menyebar luas saat ini," kata Petersen.
Baca Juga: Positif Omicron Usai Vaksin Covid-19? Dokter Bagikan Kabar Baik
3. Toko Ramai
Sebuah penelitian di Inggris baru-baru ini menemukan bahwa orang yang mengunjungi toko seminggu sekali hampir 2,2 kali lebih mungkin tertular Covid-19. Ini merupakan aktivitas berisiko tertinggi yang ditemukan para peneliti, bahkan risiko yang lebih tinggi daripada pergi ke bar atau naik transportasi umum.
2. Restoran dan Bar Dalam Ruangan
Restoran dan bar dalam ruangan terus menjadi risiko utama Covid. Makan di tempat saat ini berisiko karena saat makan, Anda harus melepas masker. Ahli penyakit menular di University of Lowa, Dr. Christine Petersen pun menyarankan untuk membungkus makanan dan makan di rumah.
"Kita semua tahu bahwa hal itu membuat Anda berisiko terinfeksi tidak hanya dengan Covid, tetapi flu juga sedang menyebar luas saat ini," kata Petersen.
Baca Juga: Positif Omicron Usai Vaksin Covid-19? Dokter Bagikan Kabar Baik
3. Toko Ramai
Sebuah penelitian di Inggris baru-baru ini menemukan bahwa orang yang mengunjungi toko seminggu sekali hampir 2,2 kali lebih mungkin tertular Covid-19. Ini merupakan aktivitas berisiko tertinggi yang ditemukan para peneliti, bahkan risiko yang lebih tinggi daripada pergi ke bar atau naik transportasi umum.
Lihat Juga :