Fesyen Sirkular Ubah Dinamika Dunia Mode Jadi Lebih Berkelanjutan

Kamis, 24 Februari 2022 - 01:07 WIB
Kini, siklus daur ulang pengelolaan sampah yang awalnya dikenal dengan 3R (Reduce-Reuse-Recycle), dalam ekonomi Sirkular telah diuraikan lebih jauh menjadi 9R, yakni Refuse-Rethink-Reduce-Reuse-Repair-Refurbish-Remanufacture-Repurpose-Recycle-Recovery.

Menurut Direktur Eksekutif dari Greeneration Foundation, Vanessa Letizia, penerapan 9R dalam industri tekstil dan penggunaan produk tekstil merupakan sebuah siklus kebiasaan untuk tampil gaya yang sejalan dengan tanggung jawab kita untuk merawat bumi, atau dapat kita istilahkan dengan fesyen sirkular.

"Konsumen akan menyadari bahwa tampilan produk yang sepintas terlihat tidak mengikuti tren, ternyata memiliki daya guna dan nilai lingkungan yang istimewa sehingga mendukung fesyen sirkular," ujar Vanessa Letizia dalam keterangannya, baru-baru ini.

Dengan melihat kedua faktor tersebut, lanjut dia, konsumen juga harus semakin jeli meneliti produk yang dibelinya, terbiasa mengkritik produsen yang belum mendukung lingkungan, berusaha sebisa mungkin memperpanjang daya guna tekstil.

"Dan bahkan memahami kandungan bahan baku tekstil yang tidak berbahaya untuk menghindari pencemaran oleh limbah tekstil," sambungnya.

Baca juga: 4 Zodiak Ini Paling Beruntung, Nasibnya Selalu Mujur

Sementara itu, Greeneration Foundation merupakan lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam bidang lingkungan hidup yang bermitra dengan Kementerian PPN/BAPPENAS dan Pemerintah Kerajaan Denmark dalam usaha mengomunikasikan ekonomi sirkular kepada masyarakat Indonesia.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!