Benarkah Gas Air Mata adalah Senjata Kimia dan Bisa Tingkatkan Risiko COVID-19?
Senin, 15 Juni 2020 - 16:06 WIB
Benarkah Gas Air Mata Dipakai Sebagai Senjata Kimia?
Jawabannya, gak benar. Pada Konvensi Senjata Kimia Internasional 1993, Jenewa melarang gas air mata dipakai oleh pasukan militer yang sedang berperang. Walau begitu, beberapa negara memakai gas air mata untuk mengendalikan kerusuhan sipil dan untuk mengendalikan kerumunan orang nonmiliter.
Karena gas air mata mengiritasi paru-paru, sementara penyakit COVID-19 sebagian besar merupakan penyakit pernapasan, apa mungkin gas air mata bisa meningkatkan risiko tertular COVID-19?
Foto:Jose Luis Magana/AFP/Getty Images
Berhubung virus corona SARS-COV-2 adalah virus baru, belum ada yang bisa menyimpulkan apakah paparan gas air mata bisa meningkatkan risiko terkena virus ini.
Kalau gas yang terpapar ringan atau singkat, iritasi bisa mereda dengan cepat. Jadi bisa diasumsikan kalo kerentanan terhadap COVID-19 gak akan meningkat. Tapi sekali lagi, belum ada sejarah atau bukti yang kuat mengenai hal ini.
Berarti gas air mata bisa menyebabkan kerusakan permanen?
Jawabannya, gak benar. Pada Konvensi Senjata Kimia Internasional 1993, Jenewa melarang gas air mata dipakai oleh pasukan militer yang sedang berperang. Walau begitu, beberapa negara memakai gas air mata untuk mengendalikan kerusuhan sipil dan untuk mengendalikan kerumunan orang nonmiliter.
Karena gas air mata mengiritasi paru-paru, sementara penyakit COVID-19 sebagian besar merupakan penyakit pernapasan, apa mungkin gas air mata bisa meningkatkan risiko tertular COVID-19?
Foto:Jose Luis Magana/AFP/Getty Images
Berhubung virus corona SARS-COV-2 adalah virus baru, belum ada yang bisa menyimpulkan apakah paparan gas air mata bisa meningkatkan risiko terkena virus ini.
Kalau gas yang terpapar ringan atau singkat, iritasi bisa mereda dengan cepat. Jadi bisa diasumsikan kalo kerentanan terhadap COVID-19 gak akan meningkat. Tapi sekali lagi, belum ada sejarah atau bukti yang kuat mengenai hal ini.
Berarti gas air mata bisa menyebabkan kerusakan permanen?
Lihat Juga :