Ibunda Kalina Ocktaranny Disebut Harus Segera Dioperasi, Begini Pencegahan Kanker Rahim
Rabu, 02 Maret 2022 - 20:37 WIB
Skrining ini bertujuan untuk mengambil sel prakanker, sehingga dapat diobati sebelum berubah menjadi kanker. Pap smear sendiri merupakan tes yang digunakan dokter untuk mendiagnosis kanker serviks.
Baca Juga: Ibunda Kalina Ocktaranny Idap Penyakit Kanker Rahim, Ini Penyebab dan Gejalanya
Dalam melakukan tes ini, dokter akan mengumpulkan sampel sel dari permukaan serviks, kemudian sel-sel ini dikirim ke laboratorium untuk diuji untuk perubahan prakanker atau kanker. Jika ditemukan ada perubahan, dokter kemungkinan akan menyarankan pasien menjalani tindakan selanjutnya yakni kolposkopi, prosedur untuk memeriksa serviks.
Selama tes ini, dokter bisa mengambil biopsi, yang merupakan sampel sel serviks. Tes pemeriksaan pap smear untuk usia 21 hingga 29 tahun dilakukan setiap tiga tahun sekali. Sedangkan usia 30 hingga 65 tahun, disarankan tak hanya melakukan pap smear setiap 3 tahun sekali tapi juga tes HPV setiap 5 tahun sekali atau tes pap smear plus dan HPV setiap 5 tahun.
Selain rutin skrining, cara pencegahan lainnya seperti yang direkomendasikan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) yakni dengan vaksin HPV sedini mungkin. Vaksin HPV memberikan perlindungan terhadap jenis HPV yang paling sering menyebabkan kanker serviks, vagina, dan vulva.
Baca Juga: Ibunda Kalina Ocktaranny Idap Penyakit Kanker Rahim, Ini Penyebab dan Gejalanya
Dalam melakukan tes ini, dokter akan mengumpulkan sampel sel dari permukaan serviks, kemudian sel-sel ini dikirim ke laboratorium untuk diuji untuk perubahan prakanker atau kanker. Jika ditemukan ada perubahan, dokter kemungkinan akan menyarankan pasien menjalani tindakan selanjutnya yakni kolposkopi, prosedur untuk memeriksa serviks.
Selama tes ini, dokter bisa mengambil biopsi, yang merupakan sampel sel serviks. Tes pemeriksaan pap smear untuk usia 21 hingga 29 tahun dilakukan setiap tiga tahun sekali. Sedangkan usia 30 hingga 65 tahun, disarankan tak hanya melakukan pap smear setiap 3 tahun sekali tapi juga tes HPV setiap 5 tahun sekali atau tes pap smear plus dan HPV setiap 5 tahun.
Selain rutin skrining, cara pencegahan lainnya seperti yang direkomendasikan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) yakni dengan vaksin HPV sedini mungkin. Vaksin HPV memberikan perlindungan terhadap jenis HPV yang paling sering menyebabkan kanker serviks, vagina, dan vulva.
Lihat Juga :