Banyak Dijual Bebas, BPOM Minta Marketplace Screening Obat dan Kopi Ilegal
Jum'at, 04 Maret 2022 - 16:32 WIB
Mirisnya produk-produk berbahaya yang diproduksi secara illegal ini bisa didapatkan dengan mudah dan bebas melalui platform belanja online. / Foto: ist
JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menemukan obat tradisional dan produk kopi illegal dengan kandungan bahan kimia obat yakni sildenafil dan parasetamol.
Kepala Badan POM RI, Penny Lukito mengatakan bahwa mirisnya produk-produk berbahaya yang diproduksi secara ilegal ini bisa didapatkan dengan mudah dan bebas melalui platform belanja online.
"Pertama ditemukan di Tokopedia, dan saya kira ini bukan satu-satunya. Pandemi buat penjualan dan pembelian melalui online semakin intensif," ujar Penny Lukito dalam siaran langsung konferensi pers Hasil Operasi Penindakan Produk Ilegal, Jumat (4/3/2022).
Baca juga: 5 Negara dengan Diabetes Tertinggi di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
"Kami melakukan patrol cyber bekerja sama dengan Kepolisian dan Kominfo untuk menindaklanjuti hasil operasi kami dengan penurunan dari platform yang kami temukan," lanjut dia.
Sehubungan dengan itu, Penny pun meminta kerja sama dari para pemilik platform marketplace. Dia berharap mereka bisa melakukan skrining produk lebih ketat.
Kepala Badan POM RI, Penny Lukito mengatakan bahwa mirisnya produk-produk berbahaya yang diproduksi secara ilegal ini bisa didapatkan dengan mudah dan bebas melalui platform belanja online.
"Pertama ditemukan di Tokopedia, dan saya kira ini bukan satu-satunya. Pandemi buat penjualan dan pembelian melalui online semakin intensif," ujar Penny Lukito dalam siaran langsung konferensi pers Hasil Operasi Penindakan Produk Ilegal, Jumat (4/3/2022).
Baca juga: 5 Negara dengan Diabetes Tertinggi di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
"Kami melakukan patrol cyber bekerja sama dengan Kepolisian dan Kominfo untuk menindaklanjuti hasil operasi kami dengan penurunan dari platform yang kami temukan," lanjut dia.
Sehubungan dengan itu, Penny pun meminta kerja sama dari para pemilik platform marketplace. Dia berharap mereka bisa melakukan skrining produk lebih ketat.
Lihat Juga :