Cegah Dehidrasi pada si Kecil

Senin, 15 Juni 2020 - 23:00 WIB
"Kami ingin mengingatkan kembali orangtua Indonesia bahwa penting untuk memperhatikan asupan cairan sehingga anak tetap terhidrasi," ujarnya.

Minimnya asupan air/cairan dapat menyebabkan berkurangnya total body water yang disebut dengan dehidrasi. Kondisi ini menyebabkan terganggunya performa fisik kognitif, konstipasi, gangguan pada fungsi ginjal, menyebabkan sinkop dan hipotensi ortostatik, pencetus terjadinya sakit kepala dan migrain, kelenturan kulit akan menurun, serta kulit menjadi kering.

Anak-anak cenderung lebih mudah mengalami dehidrasi daripada orang dewasa. Pada anak-anak, dehidrasi paling sering terjadi akibat infeksi virus atau bakteri yang menyebabkan diare ataupun muntah.

Spesialis Anak Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K) menjelaskan, dehidrasi terdiri atas dehidrasi derajat ringan-sedang dan dehidrasi berat. Keduanya memiliki gejala serta tanda yang berbeda, sesuai derajat dehidrasinya.

"Gejala dehidrasi yang dapat dilihat oleh orangtua di rumah antara lain ubun-ubun cekung pada bayi, buang air kecil sedikit dan pekat atau tidak ada sama sekali, air mata tidak keluar, dan tampak kehausan," beber dr. Ariani.

Selain kehilangan air/cairan, dehidrasi juga menyebabkan seseorang kehilangan elektrolit. Dehidrasi menyebabkan tubuh paling sering kehilangan natrium dan kalium yang berfungsi membantu fungsi otot serta saraf, menyeimbangkan elektrolit di dalam tubuh manusia, menjaga pertumbuhan tubuh yang normal, dan mengontrol keseimbangan asam-basa tubuh maupun menjaga kesehatan jantung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!