Pria Ukraina Tetap Positif Covid-19 Selama Lebih dari Sebulan Usai Meninggal
Sabtu, 05 Maret 2022 - 12:34 WIB
Baca Juga: Pria Ini Mengaku Ukuran Penisnya Mengecil Usai Positif Covid-19
"Ahli patologi harus memeriksa partikel virus lama setelah saat kematian, bahkan jika viral load awal yang rendah telah dinilai," jelas Cristian D'Ovidio dari Center for Advanced Studies and Technology (CAST) di Universitas G. d'Annunzio di Chieti-Pescara, Italia.
Para peneliti Italia mencatat bahwa ada data terbatas tentang keberadaan virus pada mayat dan risiko infeksi dari mayat. Tetapi mereka menekankan pentingnya perawatan mayat selama pandemi Covid-19 karena melakukan otopsi postmortem menempatkan pekerja dengan kontak dengan kemungkinan sumber risiko biologis.
Pada 2020, peneliti dari Inggris telah melaporkan kasus serupa ketika virus corona baru penyebab Covid-19 terdeteksi di paru-paru seorang pria berusia 50 tahun hampir sebulan atau 27 hari setelah dia meninggal karena penyakit tersebut.
"Ahli patologi harus memeriksa partikel virus lama setelah saat kematian, bahkan jika viral load awal yang rendah telah dinilai," jelas Cristian D'Ovidio dari Center for Advanced Studies and Technology (CAST) di Universitas G. d'Annunzio di Chieti-Pescara, Italia.
Para peneliti Italia mencatat bahwa ada data terbatas tentang keberadaan virus pada mayat dan risiko infeksi dari mayat. Tetapi mereka menekankan pentingnya perawatan mayat selama pandemi Covid-19 karena melakukan otopsi postmortem menempatkan pekerja dengan kontak dengan kemungkinan sumber risiko biologis.
Pada 2020, peneliti dari Inggris telah melaporkan kasus serupa ketika virus corona baru penyebab Covid-19 terdeteksi di paru-paru seorang pria berusia 50 tahun hampir sebulan atau 27 hari setelah dia meninggal karena penyakit tersebut.
Lihat Juga :